Android Wear Belum Mampu Kuasai Dunia

Aqmal Maulana, CNN Indonesia | Senin, 29/02/2016 07:41 WIB
Android Wear Belum Mampu Kuasai Dunia Jam tangan pintar Fitbit Blaze. (REUTERS/Steve Marcus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi pembuat perangkat yang bisa dipakai di tubuh manusia atau wearable device berbasis Android Wear belum bisa menguasai penjualan global, karena sejauh ini pasar wearable device didominasi oleh Fitbit, Xiaomi, dan Apple, yang tidak memakai Android Wear.

Hal ini bisa terlihat dari data pengiriman wearable device sepanjang tahun 2015 secara global yang dirilis lembaga riset International Data Corporation (IDC).

Hasilnya, IDC menemukan bahwa ada 27,4 juta unit perangkat wearable yang dikirimkan pada kuartal empat 2015 atau meningkat 126,9 persen dari kuartal empat 2014 yang hanya 12,1 juta unit.


Secara keseluruhan, pada tahun 2015 ada 78,1 juta unit wearable device yang didistribusikan. Angka ini meningkat dari 28,8 juta unit dari tahun sebelumnya sehingga pertumbuhannya mencapai 171,6 persen.

"Pertumbuhan hingga tiga digit merepresentasikan bahwa minat pasar dari sisi konsumen dan vendor terus meningkat," kata Ramon Llamas, Manajer Riset IDC untuk Perangkat Wearable.


Lebih detail, pada tahun 2015, Apple Watch menduduki peringkat ketiga produsen yang mengirim perangkat wearable terbesar dunia, disusul oleh Garmin dan Samsung. Sementara nomor dua dan nomor satunya diduduki oleh Xiaomi dan Fitbit sebagai produsen wearable device terbesar di dunia.

Fitbit berhasil mendapatkan pangsa pasar 26,9 persen dengan distribusi unit sebanyak 21 juta sepanjang tahun 2015. Disusul oleh Xiaomi dengan 15,4 persen (12 juta unit) dan Apple Watch sebesar 14,9 persen (11,6 juta unit).

Dari data yang dirilis oleh IDC, produsen perangkat wearable yang menggunakan sistem operasi Android Wear seperti Motorola, LG, Huawei dan Sony, belum berhasil masuk daftar lima besar yang menandakan Android Wear belum menguasai dunia seperti yang terjadi di produk ponsel pintar.

Pada peringkat kelima, IDC hanya menyebutkan kategori 'lain-lain' dengan pangsa pasar 34,5 persen selama tahun 2015. (adt/adt)