Ditemukan Kembaran Jupiter dengan Tiga 'Matahari'

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 07/04/2016 08:01 WIB
Ditemukan Kembaran Jupiter dengan Tiga 'Matahari' Ilustrasi permukaan planet Jupiter yang dikirimkan Teleskop Hubble. (Dok NASA, ESA, A. Simon (GSFC), M. Wong (UC Berkeley), and G. Orton (JPL-Caltech)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika sebelumnya para peneliti menemukan planet dengan dua 'matahari', kini tim astronom menemukan planet baru dengan tiga 'matahari'.

Planet yang diberi nama KELT-4Ab diyakini tim astronom mirip seperti Jupiter sebab ukurannya terbilang raksasa dan penuh dengan gas. Radiusnya sekitar 1,7 dari Jupiter.

Berada di konstelasi Leo dan jaraknya 685 tahun cahaya dari Bumi, KELT-4Ab memikat perhatian karena memiliki multi bintang induk sebanyak tiga. Bahasa awamnya, planet KELT-4Ab memiliki tiga 'matahari'.


Penelitian yang dirilis di Astronomical Journal ini memaparkan, sebelum KELT-4Ab ditemukan, banyak yang mengira lokasi di tempat ia berada hanya memiliki dua bintang induk.

Berkat instrumen Kilodegree Extremely Little Telescope (KELT) dan beberapa teleskop lain, tim astronom bisa mengungkap yang sebenarnya.

Menurut pimpinan penelitian Jason Eastman dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, sistem tiga bintang induk itu termasuk ke dalam sistem biner atau berpasangan (binary).

"Ini merupakan sampel planet yang sangat terang dan tidak terlalu jauh. Jarang ada planet dengan sistem multi-bintang seperti ini, sehingga saya rasa ini sangat menarik," ucap Eastman, mengutip LA Times.


Diketahui bintang induknya memiliki ukuran 1,2 dari massa Matahari dan dua lainnya sekitar 0,65 dari massa Matahari.

Planet KELT-4Ab mengorbit dalam jarak yang sangat dekat dengan tiga 'matahari'nya.

Bahkan, jika manusia mencoba berdiri di permukaan planet — walaupun hal ini mustahil karena kandungannya penuh gas — salah satu 'matahari' akan muncul 40 kali lebih besar dari pemandangan Matahari yang biasa kita lihat dari Bumi.

Sementara dua 'matahari' lainnya terlihat seperti bintang induk pada umumnya, yaitu terasa dekat dengan planet dan bersinar dengan terang namun cahayanya sama seperti ketika Bulan purnama menyinari Bumi pada malam hari.

Karena sangat dekat dengan salah satu bintang induknya, Eastman mengatakan bahwa atmosfer KELT-4Ab sangat menggembung. Hal tersebut kemudian dinilai bisa bermanfaat untuk memahami bagaimana perilaku atmosfer planet di lingkungan yang ekstrem.


Di sisi lain, ini juga mengejutkan tim astronom, sebab planet raksasa yang berkomposisi gas biasanya terbentuk di jarak yang sangat jauh dari bintang induknya — sama halnya seperti Jupiter dan Saturnus.

"Sebelum kami menemukannya, kami tidak tahu mereka sungguh-sungguh ada. Yang jelas kami terkesima karena mereka seharusnya terbentuk jauh dari bintang induknya sama seperti Jupiter," kata Eastman.

Karena jaraknya yang dekat dengan 'matahari' itulah KELT-4Ab dijuluki sebagai "Hot Jupiter".

Penemuan KELT-4Ab dianggap mampu membantu menambah pemahaman terhadap sistem multi-bintang dan misteri dari migrasi planet-planet. (adt/eno)