Canon EOS 1D X Mark II memang didesain untuk fotografer profesional. Bukan cuma harganya yang tinggi, tapi spesfikasi dan fungsi yang ditawarkan memang hanya ada pada kamera kelas atas saja.
Untuk mengabadikan momen saat-saat genting misalnya. Canon EOS 1D X Mark II coba mengakomodi kebutuhan ini dengan dukungan 61-titik fokus yang mencakup 41-titik tipe silang/cross type. Sistem Auto Focus terbaru pada kamera ini memiliki area fokus 24 persen lebih lebar secara vertikal dibandingkan generasi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Sebagai tambahan, Canon menyematkan fungsi pencarian fokus lewat monitor LCD kamera. Dengan demikian, pengguna dapat dengan mudah memindahkan fokus hanya dengan menyentuh titik yang diinginkan melalui ujung jari di permukaan layar LCD sentuhnya. Canon juga membenamkan fitur 4K Frame Grab yang berfungsi untuk mengambil foto beresolusi setinggi 8,8 megapiksel dalam bentuk JPEG dari rekaman video berformat 4K tanpa harus terhubung ke komputer terlebih dahulu.
“Kecepatan kamera yang mampu merekam 4K dalam frame rates hingga 60p membuat fotografer olahraga atau liputan penting dapat memilih satu dari 60 foto di setiap detik rekaman video,” ujar Yase Defirsa Cory, Marketing Manager of Canon Image Communication Product Div, pt. Datascrip dalam keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia, Senin (9/5).
Sistem EOS iTR AF terbaru yang didukung dengan sensor metering 360.000 piksel RGB + IR secara optimal menghadirkan kinerja fokus yang cepat. Pada saat melakukan pemotretan di dalam ruangan dengan penerangan cahaya dari lampu biasa, fotografer dapat mengaktifkan mode anti-flicker untuk mendeteksi frekuensi kedipan dari lampu tersebut dan menjaga stabilitas pencahayaan foto dengan baik.
Digital Lens Optimizer menjadi salah satu teknologi terkini yang dibenamkan oleh Canon untuk memproses dan mengoptimalkan gambar RAW secara langsung di kamera. Fungsi editing ini termasuk koreksi chromatic aberration correction, peripheral illumination correction, dan pertama kali dalam sejarah EOS, diffraction correction.
Kombinasi fungsi koreksi tersebut memungkinkan fotografer menghasilkan foto berformat JPEG yang berkualitas tinggi langsung dari kamera tanpa harus menggunakan bantuan perangkat komputer.
Dengan seluruh fungsi tersebut Canon, melalui Datascrip merasa pantas membanderol kamera tersebut seharga Rp 82,5 juta. Itu pun hanya untuk body saja. (eno)
