Kakak Beradik di Balik Terciptanya Aplikasi Steller

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 11/05/2016 18:37 WIB
Kakak Beradik di Balik Terciptanya Aplikasi Steller Ilustrasi Steller. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Steller tengah menjadi media sosial yang digandrungi oleh netizen Indonesia karena fiturnya yang memungkinkan pengguna menggabungkan konten video pendek, foto, dan tulisan dalam satu publikasi.

Meski baru booming di Indonesia tahun ini, Steller sudah lahir sejak Maret 2014 silam. Siapa saja otak di balik dapur tercetusnya Steller?

Aplikasi Steller dikembangkan oleh perusahaan teknologi Mombo Labs yang berbasis di San Francisco, California, Amerika Serikat. Sementara pendiri Steller adalah kakak-beradik Brian McAniff dan Karen Poole.



Dari publikasi blog resmi Steller, Poole dan McAniff menghabiskan masa kecil mereka di Seattle dan kehidupan mereka dipenuhi oleh dunia seni desain dan teknologi.

Beranjak dewasa, Poole mendalami ilmu desain visual sementara latar belakang McAniff adalah sebagai desainer user experience.

Ketika keduanya sama-sama menjalani hidup di kawasan San Francisco, Poole dan McAniff akhirnya memutuskan untuk menyatukan keahlian dan potensi mereka agar bisa menghasilkan sesuatu yang baru.

"Ide awalnya sederhana. Bercerita adalah salah satu hal paling mendasar yang biasa dilakukan manusia. Ini adalah cara untuk menyimpan kenangan," ucap McAniff dalam tulisan blog Steller.


Diceritakan juga oleh Poole, bahwa selama musim panas 2012, mereka menghabiskan waktu di larut malam untuk mencari ilham.

"Kami brainstorming tentang bagaimana cara mengubah ide sederhana tersebut menjadi sebuah produk yang bisa menyatukan video, foto, dan teks, semua dilakukan dari ponsel pintar," begitu penuturan Poole yang memiliki tiga anak ini.

Poole dan McAniff kemudian menyulap garasi mereka menjadi 'bengkel' desain sebagai tempat merintis dan mengembangkan aplikasi bernama Steller.

Diketahui tim teknisi yang bekerja di balik pengembangan Steller terdiri dari mantan karyawan Google Mark Lucovsky, mantan karyawan Vmware Vadim Spivak, dan veteran Microsoft Richard McAniff.


Mengutip situs The Next Web, saat baru diluncurkan, Steller sempat dalam versi beta untuk beberapa bulan. Setelah sudah sempurna, aplikasi ini pertama kali dirilis melalui Apple App Store untuk wilayah Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru.

Pengguna awal Steller dari Indonesia Dita W. Yolashasanti dan suaminya Wahyu Ichwandardi berhasil memboyong Steller ke App Store Indonesia.

Sejak itu, Dita bersama suaminya yang akrab disapa Pinot itu serta dua temannya bertanggung jawab mengkurasi konten Steller Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan pengguna Steller di Indonesia sangat melesat.

"Sebagai hitungan kasar, yang sign-up saat pertama rilis di App Store Indonesia naik 60 persen dalam waktu dua hari. Bandingkan saat rilis di Amerika, Eropa, Australia & Selandia Baru tahun 2014 yang hanya 15 persen," kata Dita kepada CNN Indonesia.

Pada 6 Mei lalu, akun Twitter resmi @StellerStories mengumumkan bahwa layanan mereka sudah tersedia untuk platform Android di Google PlayStore.

(eno)




BACA JUGA