Kelompok YouTuber yang menyebut dirinya Trollstation sukses merangkul 700 ribu pelanggan dengan video prank mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadilan mendapatkan laporan bahwa masyarakat bedesak-desakan ketika mereka mencoba untuk menjauh dari "perampok." Seorang wanita jatuh pingsan dalam kekacauan, sementara yang lain mengatakan kepada pengadilan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka benar-benar ketakutan.
[Gambas:Youtube]
Anggota Trollstation mengaku bersalah atas dua tuduhan menggunakan kata-kata mengancam atau perilaku yang bertentangan dengan bagian 4 UU Ketertiban Umum selama penggerebekan palsu, yang berlangsung di National Portrait London Gallery dan Tate Britain pada tanggal 5 Juli 2015.
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah teroris membunuh 30 turis Inggris di sebuah resor di Tunisia, sehingga membuat ibukota Inggris tersebut langsung bersiaga.
Mereka mengakui isinya sengaja provokatif dan kontroversial dengan tujuan untuk mendapatkan reaksi dari masyarakat umum atas nama komedi satir.
(eno)