Ulah Iseng YouTuber Berakhir di Penjara

Susetyo, CNN Indonesia | Selasa, 17/05/2016 14:42 WIB
Ulah Iseng YouTuber Berakhir di Penjara Ilustrasi (REUTERS/Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Video prank adalah salah satu konten yang sedang ngtrend di YouTube. Inti video ini adalah membuat keusilan yang biasanya dilakukan di tempat umum atau ruang publik.Tapi gara-gara iseng pula, sejumlah Youtuber harus beurusan dengan pihak berwajib.

Kelompok YouTuber yang menyebut dirinya Trollstation sukses merangkul 700 ribu pelanggan dengan video prank mereka.

Namun, perampokan palsu yang dilakukan dalam dua galeri seni di London dianggap terlalu jauh dan tak lucu sama sekal. Dalam salah satu serangan yang 'dipentaskan', tiga anggota kelompok - Daniel Jarvis, 27, Ebenezer Mensah, 29, dan Helder Gomes, 23 - ke sebuah galeri dengan wajah mereka tertutup.


Mereka beradegan seolah-olah sedang terjadi perampokan.Anggota lainnya Endrit Ferizolli, 20, memainkan alaram suara melalui sistem speaker, sementara Danh Van Le, 31, merekam suasana panik pengunjung karena mereka mencoba melarikan diri TKP.

Pengadilan mendapatkan laporan bahwa masyarakat bedesak-desakan ketika mereka mencoba untuk menjauh dari "perampok." Seorang wanita jatuh pingsan dalam kekacauan, sementara yang lain mengatakan kepada pengadilan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka benar-benar ketakutan.
[Gambas:Youtube]
Anggota Trollstation mengaku bersalah atas dua tuduhan menggunakan kata-kata mengancam atau perilaku yang bertentangan dengan bagian 4 UU Ketertiban Umum selama penggerebekan palsu, yang berlangsung di National Portrait London Gallery dan Tate Britain pada tanggal 5 Juli 2015.
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah teroris membunuh 30 turis Inggris di sebuah resor di Tunisia, sehingga membuat ibukota Inggris tersebut langsung bersiaga.

Jarvis, Mensah, Gomes, dan Ferizolli masing-masing dipenjara selama antara 16 dan 20 minggu. Van Le - pendiri Trollstation ini - sudah menjalani hukuman penjara 24 minggu untuk adegan iseng ini.

Mereka mengakui isinya sengaja provokatif dan kontroversial dengan tujuan untuk mendapatkan reaksi dari masyarakat umum atas nama komedi satir.


(eno)