"Seolah-olah masyarakat Indonesia itu beranggapan bahwa buatan luar negeri itu selalu lebih baik. Kesannya begitu," katanya disela-sela acara Ngelapak Bareng Media di Jakarta, Kamis (23/06).
"Kalau ada pemain (e-commerce) dari luar atau siapa pun lebih banyak, saya malah seneng. Kenapa? karena kita itu seperti masuk ke kelas unggulan. Memang merasa kaget, tapi kita semakin lama akan makin bagus dan susah kembali ke sekolah yang lebih jelek," tambahnya.
Maka dari itu, Zaky pun mengingatkan bahwa untuk menjalankan suatu usaha harus bermental kecoa agar berani melakukan sesuatu dengan kondisi seadanya, namun punya keinginan terus berkembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, ia pun menghimbau kepada UKM dan para penggiat usaha agar tidak perlu takut untuk menghadapi serbuan raksasa e-commerce seperti Amazon.
"Jangan takut, normal saja. Kita harus berani berkompetisi dan berkembang terus. Kita bisa berkreasi, tak hanya jadi konsumen saja," tutupnya.
Amazon merupakan perusahaan pengecer terbesar di Amerika Serikat yang bekerja secara online. Berpusat di Seattle, Washington, mereka menjual banyak jenis produk mulai dari buku hingga alat-alat elektronik lainnya.
Selain itu, Amazon juga dikenal dengan inovasinya dengan meluncurkan komputer tablet Kindle dan ponsel Kindle Fire. Sang pendiri Amazon melalui unit bisnis lain juga mengembangkan bisnis perjalanan wisata ke luar angkasa
(tyo)