Tips Memilih Oli yang Tepat untuk Mobil Bertransimisi CVT

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Selasa, 02/08/2016 07:51 WIB
Tips Memilih Oli yang Tepat untuk Mobil Bertransimisi CVT Ilustrasi mmobil Honda. (REUTERS/Fred Thornhill)
Jakarta, CNN Indonesia -- Semakin padatnya lalu lintas kota-kota besar, membuat produsen mobil beralih menggunakan transmisi otomatis. Namun seiring perkembangannya, untuk memfasilitasi kemacetan seperti di Jakarta produsen Honda untuk kendaraan roda empat mengeluarkan varian transmisi AT/CVT alias 'Automatic/Continously Variable Transmission'.

Sebelum masuk pembahasan perawatan CVT, ada baiknya Anda mengetahui cara kerja transmisi ini yang banyak diaplikasikan di mobil-mobil terbaru Honda dan sebagian mobil Toyota. Mobil dengan transmisi otomatis CVT, menggunakan perangkat puli dan sabuk baja sebagai komponen utama pengggerak transmisi. Mobil dengan transmisi CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin.

CVT membuat mobil melakukan perpindahan gigi sangat halus dan nyaris tak terasa. Selain itu. Keunggulan lain, pengemudi tidak memerlukan RPM tinggi, untuk mendapatkan tenaga besar, tentunya dengan pemakaian normal seperti di dalam kota. Dengan RPM mobil yang jarang tinggi, membuat mobil dengan transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT.
captioll New Civic Turbo di IIMS 2016. Mobil Honda termasuk yang terdepan mengeluarkan mobil dengan transmisi terbaru CVT. (Dok Honda)

Mobil dengan transmisi CVT yang ada di Indonesia seperti, Honda Mobilio, Toyota Prius Hybrid dan All New Camry. Sebagian besar mobil Hybrid, telah menggunakan transmisi CVT, karena lebih halus dan irit bahan bakar.


Pada mobil Hybrid, akselerasi yang kurang responsif tidak terjadi, berbeda dengan mobil non Hybrid yang menggunakan transmisi CVT. Karena pada mobil Hybrid, juga menggunakan motor elektrik bertenaga baterai, membantu mobil dalam berakselerasi. Salah satu mobil Hybrid terbaik di Indonesia saat ini dengan transmisi otomatis CVT adalah Toyota Camry Hybrid.

Dalam posisi mobil melalui jalanan menurun, untuk transmisi CVT, pengereman akan dibantu oleh engine brake tidak seperti mobil bertransmisi otomatis saja. Tetapi ada juga kekurangannya, mobil dengan transmisi CVT cendrung kurang responsif dalam akselerasi dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT.

Terkait dengan perawatan, mobil dengan CVT tidak bisa sembarangan melakukan pergantian oli. Biasanya pihak produsen telah membekali pelanganggan untuk mengganti pelumas CVT sesuai dengan rekomendasi. Pergantian oli secara sembarangan akan membuat mobil CVT cepat rusak dan pastinya membutuhkan biaya yang cukup besar karena sistem elektronik yang disematkan dalam CVT.

Ada 2 tipe CVT fluid yang dikeluarkan oleh HPM. Kiri untuk CVT generasi pertama, sedangkan kanan untuk generasi kedua. Generasi pertama tentunya khusus Honda Jazz L15A i-DSI dan VTEC. Sedangkan generasi kedua meliputi Honda Mobilio dan All New Honda Jazz generasi ketiga. Jangan sampai salah pilih meskipun sama-sama CVT, namun spesifikasi oli jelas berbeda. CVT generasi pertama dibuat oleh Eneos, sedangkan generasi kedua oleh Idemitsu.

Dikatakan Technical Training Service Manager PT Honda Prospect Motor, Muhammad Zuhdi untuk merawat New Honda Brio dengan transmisi CVT hanya perlu rajin mengganti oli dengan oli khusus.

"Untuk cara merawat hanya perlu mengganti oli pakai oli khusus HCF2. Kalau datang ke bengkel umum buat CVT ternyata bukan oli CVT, otomatis akan bermasalah. Untuk kilometer pergantian oli standar saja. Kalau pakai oli CVT secara manual mungkin sekitar kilometer 40 ribu," terang Zuhdi beberapa waktu lalu.

Zuhdi mengatakan, untuk oli CVT ini harus diperhatikan baik-baik, meskipun ada pabrikan yang mengeluarkan oli khusus CVT, dipastikan hal itu berbeda dengan apa yang dipesan oleh pabrikan resmi. Setidaknya dibutuhkan dua botol oli HCF2 atau sekitar dua liter untuk pergantian oli CVT.

Sangat perlu diperhatikan agar pengisian oli tidak melewati batas atas, karena kendaraan akan terasa berat ketika berakselerasi, mirip seperti kopling slip di transmisi manual. Sebaliknya jika kurang, malah dapat menyebabkan panas berlebih pada girboks.

Catatan penting, jangan pernah manambahkan dengan oli CVT merek dan tipe lain sedikitpun. (pit/pit)