Penggalangan dana investasi tersebut memang ditujukan untuk perusahaan teknologi di Asia Tenggara yang telah menjadi pasar menggiurkan untuk bisnis on-demand.
Dari siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, direktur KKR Asia Terence Lee mengaku yakin terhadap peluang besar bagi Gojek untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi digital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gojek Raih Investasi Baru Rp7,2 Triliun |
Diketahui Gojek menyuguhkan berbagai macam kategori layanan, yaitu ojek kendaraan roda dua, antar makanan, kurir instan dan logistik, belanja kebutuhan sehari-hari, gaya hidup, dompet digital (e-wallet), hingga transportasi roda empat.
"Kami sangat bersemangat bisa bekerjasama dengan Nadiem (Nadiem Makarim, CEO Gojek) dan seluruh tim manajemen di Gojek. Jumlah masyarakat kelas menengah yang berkembang pesat, serta penggunaan internet yang meluas, Gojek berhasil menjadi layanan andalan," katanya.
Sebelumnya Gojek telah meraih pendanaan dari sejumlah investor termasuk Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures dan Formation Group. Mereka juga berpartisipasi dalam pendanaan baru ini.
Gojek akan menggunakan dana itu untuk memenangkan kompetisi persaingan keras dengan Uber dan Grab, dua startup yang juga menyediakan layanan jaringan transportasi berbasis ponsel di Indonesia.
Masih dari pernyataan resmi investor, Nadiem berkata Gojek telah memiliki 200.000 mitra pengemudi mobil dan motor di Indonesia, memiliki 35.000 mitra penjual di layanan GoFood, dan memiliki 3.000 mitra untuk on-demand services. (tyo)