Alasan Investor Asing Berinvestasi di Gojek

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Jumat, 05/08/2016 15:49 WIB
Alasan Investor Asing Berinvestasi di Gojek Aplikasi Go Jek yang bisa di download di Google Play dan App Store, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015. CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Dana segar tahap baru kembali dikantongi perusahaan teknologi Gojek dari sejumlah investor seperti KKR & Co., Warburg Pincus, Farallon Capita, dan Capital Private Markets. Angkanya fantastis, yakni US$500 juta atau setara Rp7,2 triliun.

Penggalangan dana investasi tersebut memang ditujukan untuk perusahaan teknologi di Asia Tenggara yang telah menjadi pasar menggiurkan untuk bisnis on-demand.

Dari siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, direktur KKR Asia Terence Lee mengaku yakin terhadap peluang besar bagi Gojek untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi digital.


"Gojek adalah perusahaan yang unik karena mampu menjadi pemimpin dari tiap layanan di hampir seluruh kategori. Kami melihat ada peluang besar baginya demi memperkuat posisi sebagai yang terdepan di Indonesia," tuturnya.


Diketahui Gojek menyuguhkan berbagai macam kategori layanan, yaitu ojek kendaraan roda dua, antar makanan, kurir instan dan logistik, belanja kebutuhan sehari-hari, gaya hidup, dompet digital (e-wallet), hingga transportasi roda empat.

Sementara Jeffrey Perlman selaku Head of Southern Asia dari Warburg Pincus turut menambahkan, Gojek selama ini sudah menjalankan bisnisnya di pasar yang tepat dengan layanan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kami sangat bersemangat bisa bekerjasama dengan Nadiem (Nadiem Makarim, CEO Gojek) dan seluruh tim manajemen di Gojek. Jumlah masyarakat kelas menengah yang berkembang pesat, serta penggunaan internet yang meluas, Gojek berhasil menjadi layanan andalan," katanya.

Perlman juga mengaku mendukung penuh Gojek dalam membangun platform internet terdepan baik di Tanah Air maupun kawasan regional.

Sebelumnya Gojek telah meraih pendanaan dari sejumlah investor termasuk Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures dan Formation Group. Mereka juga berpartisipasi dalam pendanaan baru ini.

Gojek akan menggunakan dana itu untuk memenangkan kompetisi persaingan keras dengan Uber dan Grab, dua startup yang juga menyediakan layanan jaringan transportasi berbasis ponsel di Indonesia.

Masih dari pernyataan resmi investor, Nadiem berkata Gojek telah memiliki 200.000 mitra pengemudi mobil dan motor di Indonesia, memiliki 35.000 mitra penjual di layanan GoFood, dan memiliki 3.000 mitra untuk on-demand services. (tyo)