Juno pada 4 Juli kemarin telah berhasil mengorbit planet gas terbesar di sistem tata surya alias Jupiter dari jarak 86,9 juta kilometer.
Nah, kini Juno telah berada di jarak 4.200 kilometer di atas permukaan Jupiter dengan kecepatan terbang sekitar 208 ribu kilometer per jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASA juga mengklaim, suksesnya perjalanan Juno mendekati permukaan Jupiter adalah menjadi yang pertama bagi wahana antariksa dengan bekal instrumen ilmiah lengkap.
Diketahui pesawat ini membawa tujuh instrumen ilmiah yang akan membantunya mempelajari aurora Jupiter, serta mempermudah para ilmuwan untuk memahami lebih dalam tentang asal-usul planet besar ini, mulai dari struktur, atmosfer, dan magnetosfer.
Berbobot 4 ton, bodi utama pesawat Juno memiliki tinggi dan diameter 3,5 meter. Jika tiga panel surya miliknya dibuka, akan membentang sepanjang 20 meter. Ya, Juno sepenuhnya menggunakan tenaga Matahari untuk beroperasi.
Sebelum Juno, NASA sudah pernah menjalankan misi Jupiter selama delapan tahun menggunakan pesawat Galileo. Namun rencana observasi yang akan dijalankan Juno dianggap akan lebih jauh dari Galileo. (tyo)