Meteor yang jatuh ke Bumi dan menghasilkan puing berupa batu-batu meteorit memang kerap diteliti oleh ilmuwan agar bisa mengungkap asal-usulnya.
Ada sebuah meteorit yang dinilai unik, ia dinamakan Tagish Lake. Meteorit ini jatuh di sebelah barat laut British Columbia, Kanada pada 2000 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah satu ilmuwan Bill Bottke dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, Tagish Lake kemungkinan telah lahir saat sistem tata surya masih berusia dini.
Bottke dan beberapa koleganya kemudian menganggap meteorit Tagish Lake berasal dari pecahan asteroid tipe D.
"Asteroid tipe D itu masuk ke klasifikasi ukuran kecil yang komposisi tidak begitu mirip dengan objek lain yang ditemukan di sabuk asteroid, namun memiliki banyak kesamaan dengan objek antariksa yang ada di sekitar planet raksasa," terang Bottke, seperti dikutip dari situs Motherboard.
Sejak penjelajahan Pluto yang dilakukan oleh pesawat nirawak New Horizons milik NASA sejak 2015, Sabuk Kuiper menjadi topik yang menarik. Pasalnya, New Horizons memang dijadwalkan meneliti area tersebut setelah mengobserasi Pluto.
Para astronom meyakini, jika meneliti Sabuk Kuiper bisa diwujudkan, maka kemungkinan besar objek-objek purba yang berada di ujung sistem tata surya akan semakin terungkap. (tyo)