Google Pamer Ketangguhan Chrome ke Microsoft

Bintoro Agung Sugiharto, CNN Indonesia | Kamis, 08/09/2016 07:51 WIB
Google Pamer Ketangguhan Chrome ke Microsoft Aplikasi Google Chrome (dok.Google)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah 'dipermalukan' oleh eksperimen Microsoft, Google akhirnya merilis Chrome 53 yang diklaim punya daya baterai lebih lama. Hal itu diperlihatkan oleh Google lewat eksperimen serupa.

Eksperimen adu kuat antara dua perusahaan teknologi raksasa terkait dengan beredarnya laporan dari pengguna Windows 10 yang menerima notifikasi berisi saran untuk mengganti browser mereka dari Chrome ke Edge.

Sekedar informasi pada Juni 2016, Microsoft mengunggah sebuah video berisi empat buah laptop Surface Book dengan kondisi sedang berselancar di internet. Dengan empat browser berbeda -Microsoft Edge, Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Opera- keempat laptop dipakai untuk streaming video HD tanpa henti.



Pada video itu akhirnya Edge tampil sebagai pemenang dengan capaian 7 jam 22 menit. Chrome sebagai browser terpopuler 2015 menurut StatCounter, justru berada di posisi paling buncit dengan catatan 4 jam 19 menit saja. Perbandingan yang cukup jomplang itu menampar wajah Google hingga akhirnya mereka merilis video jawaban lewat akun Youtube Chrome.

Isi video balasan Google lebih sederhana ketimbang video Microsoft dengan menggunakan dua Surface Book yang terpasang Chrome 46 dan Chrome 53. Nama terakhir merupakan update terbaru dari Chrome tampil sebagai pemenang dengan catatan 10 jam 39 menit. Jauh superior ketimbang catatan Chrome dalam eksperimen Microsoft.

Google juga berhasil meningkatkan daya tahan komputer dengan Chrome 53 menjadi 2 jam 21 menit dibanding komputer dengan Chrome 46 saat memutar video HTML5 dari Vimeo, Facebook, dan Youtube. Isu daya baterai yang dihisap Chrome terlihat menjadi fokus utama Google dalam versi terbaru browser mereka.

"Chrome untuk Mac sekarang juga sudah hemat baterai 33 persen untuk segala kegiatan browsing," ujar Chris Cameron salah satu teknisi di Google dalam blog resmi Google.


Google menunjukkan sudah terjadi peningkatan dalam mesin browser mereka terutama pada konsumsi baterai komputer. Adu kuat antara Google dan Microsoft nampak jelas setelah munculnya Microsoft Edge.

Klaim lebih hemat baterai hasil update Chrome sebenarnya pernah dilontarkan Google. Hanya saja klaim tersebut tak begitu terbukti. Itu sebabnya tak banyak nada optimis mengenai Chrome rilisan paling anyar ini.

Siapa yang paling hemat baterai kembali menjadi pertanyaan setelah Google berhasil meningkatkan performa papan selancar internet mereka. Adu hemat antar raksasa teknologi tersebut baru akan terjawab jika ada eksperimen baru. (evn)