JK: Kehadiran Jack Ma Jadi Penasehat Untungkan Kedua Pihak

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Jumat, 09/09/2016 18:32 WIB
SDM Indonesia yang melimpah dan besarnya bisnis e-commerce Alibaba dianggap JK jadi suatu kombinasi yang bisa saling menguntungkan di antara keduanya. Chairman Alibaba Group Jack Ma diminta Menteri Kominfo Rudiantara untuk menjadi penasihat e-commerce Indonesia. (Antara Foto/R Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendiri Alibaba Jack Ma diberi tawaran oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjadi penasehat e-commerce Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan jika Jack Ma benar menerima tawaran itu maka baik Alibaba atau Indonesia akan mendapatkan keuntungan.

Jusuf Kalla menjelaskan Alibaba sebagai salah satu e-commerce terbesar menjadikan posisi jual mereka cukup tinggi, terlebih mereka juga memiliki kanal di Indonesia. Jika kerja sama tersebut benar-benar terjadi maka hasil produksi Indonesia bisa dipasarkan di Alibaba.

"Di sini bisa juga memberikan nasehat, akan ada kerja sama dan dua-duanya jadi saling menguntungkan," kata Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jumat (9/9).


Menurut Jusuf Kalla tawaran yang dilontarkan oleh Rudiantara, selain untuk menjual barang Indonesia melalui Alibaba, juga bertujuan untuk memberi warna yang lebih baik di kancah e-commerce Indonesia dan dunia. Reputasi Alibaba yang sudah mendunia diharapkan bisa memberi warna seperti yang diinginkan Indonesia.
Pria yang dulu berkecimpung di dunia usaha itu menambahkan jika Jack Ma bisa memperluas cakupan Alibaba ke Indonesia dan membuat keuntungan yang tak kalah besarnya. Jumlah penduduk Indonesia di angka 250 juta jiwa dianggap bisa membuat Alibaba untung besar.

"e-commerce itu kan tergantung jumlah penduduk dan di Indonesia ada 250 juta penduduk, jadi itu penting bagi keduanya. Saya pikir semua perusahaan justru mau ada kanal ke Indonesia," ujar dia.

Jack Ma meraih kesuksesannya setelah membesarkan kerajaan bisnis berbasis internet asal China dengan nama Alibaba pada tahun 1999. Alibaba terus menggurita mengembangkan bisnisnya di bidang e-commerce dan sering disebut oleh media lokal sebagai Amazon-nya China.

Kesuksesan Ma makin dikenal luas pada September 2014 saat Alibaba berhasil merengkuh US$25 miliar saat melantai perdana (IPO) di bursa saham New York sekaligus mencatatkan sejarah sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah keuangan Amerika Serikat.
Saham Alibaba melonjak 38 persen dari harga US$68 menjadi US$92,7 di New York Stock Exchange (NYSE). Perusahaan Alibaba bernilai lebih dari US$ 231 miliar. Ini menjadikan Alibaba sebagai perusahaan teknologi paling berharga keempat di dunia, setelah Apple, Google, dan Microsoft.

Sebelumnya Rudiantara menjelaskan peran penasihat sekaliber Jack Ma diperlukan untuk mengangkat industri e-commerce ke lanskap internasional.

Dikatakan oleh dia, sebetulnya Jack Ma bukan penasihat langsung Presiden Joko Widodo. Karena ketika roadmap e-commerce diresmikan dalam bentuk Peraturan Presiden, akan dibentuk steering comittee.

Dia menambahkan, kehadiran steering comittee ini untuk meningkatkan perdagangan produk Indonesia khususnya dari Usaha Kecil Menengah (UKM). Produk UKM ini perlu di-exposure ke dunia internasional.
Pihak Alibaba juga sudah memberikan pernyataan resmi soal permintaan Rudiantara ke Jack Ma untuk menjadi penasihat di streering committe bidang e-commerce tersebut.

"Jack merasa terhormat telah ditawarkan posisi (Penasihat,). Komunikasi dengan pemerintah sudah berlangsung untuk memastikan bagaimana kami dapat membantu memajukan pengembangan e-commerce untuk memberdayakan UKM di Indonesia,” tulis keterangan Alibaba, kepada CNNIndonesia.com. (pit/pit)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK