Jusuf Kalla menjelaskan Alibaba sebagai salah satu e-commerce terbesar menjadikan posisi jual mereka cukup tinggi, terlebih mereka juga memiliki kanal di Indonesia. Jika kerja sama tersebut benar-benar terjadi maka hasil produksi Indonesia bisa dipasarkan di Alibaba.
"Di sini bisa juga memberikan nasehat, akan ada kerja sama dan dua-duanya jadi saling menguntungkan," kata Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jumat (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"e-commerce itu kan tergantung jumlah penduduk dan di Indonesia ada 250 juta penduduk, jadi itu penting bagi keduanya. Saya pikir semua perusahaan justru mau ada kanal ke Indonesia," ujar dia.
Kesuksesan Ma makin dikenal luas pada September 2014 saat Alibaba berhasil merengkuh US$25 miliar saat melantai perdana (IPO) di bursa saham New York sekaligus mencatatkan sejarah sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah keuangan Amerika Serikat.
Lihat juga:Pendiri Alibaba Siap Bantu Indonesia |
Sebelumnya Rudiantara menjelaskan peran penasihat sekaliber Jack Ma diperlukan untuk mengangkat industri e-commerce ke lanskap internasional.
Dikatakan oleh dia, sebetulnya Jack Ma bukan penasihat langsung Presiden Joko Widodo. Karena ketika roadmap e-commerce diresmikan dalam bentuk Peraturan Presiden, akan dibentuk steering comittee.
Dia menambahkan, kehadiran steering comittee ini untuk meningkatkan perdagangan produk Indonesia khususnya dari Usaha Kecil Menengah (UKM). Produk UKM ini perlu di-exposure ke dunia internasional.
"Jack merasa terhormat telah ditawarkan posisi (Penasihat,). Komunikasi dengan pemerintah sudah berlangsung untuk memastikan bagaimana kami dapat membantu memajukan pengembangan e-commerce untuk memberdayakan UKM di Indonesia,” tulis keterangan Alibaba, kepada CNNIndonesia.com. (pit)