Imbauan ini disampaikan menyusul keputusan Samsung melakukan penarikan ponsel terbaru mereka, Samsung Galaxy Note 7 dari pasar global akibat kegagalan teknis pada baterai ponsel yang mudah meledak.
Berdasarkan sejumlah laporan, ledakan terjadi saat baterai ponsel sedang dalam keadaan mengisi daya dan mode stand by.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mempercepat penarikan perangkat Note 7 supaya para pengguna dapat sesegera mungkin menukarkan ponselnya," ujar Kepala Bisnis Ponsel Samsung Koh Dong-jin dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu (11/9).
Di Indonesia, Samsung telah membuka pemesanan Galaxy Note 7 pada 5 Agustus 2016 dengan harga mulai Rp10,77 juta. Sampai saat ini Samsung belum mengumumkan ketersediaan Galaxy Note 7 di pasar Indonesia.
Di China, Samsung tidak mengambil langkah penarikan ponsel pintar jumbo itu. Perangkat yang tersebar di daratan China itu memakai komponen baterai yang berbeda dan tidak mengalami gangguan teknis.
Penarikan ponsel yang belum genap satu bulan dirilis secara global ini disinyalir merupakan kegagalan terbesar Samsung yang jelas berdampak pada reputasi penjualan perusahaan.
Di sisi lain, Samsung sedang gencar meningkatkan momentum penjualan perusahaan guna menyaingi kompetitor utamanya, Apple Inc, yang juga sedang mempersiapkan rilis perangkat terbaru mereka yakni iPhone 7 plus.
Sementara itu, Jumat lalu, Samsung menyatakan akan tetap melanjutkan penjualan perangkat Galaxy Notes 7 terbaru di Australia pada Oktober mendatang. Namun Samsung belum mengonfirmasi apakah akan melanjutkan penjualan perangkat tersebut di negara lain.