Langkah tersebut diambil setelah adanya pelarangan serupa dari otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) dan juga maskapai-maskapai penerbangan internasional, termasuk di antaranya Garuda Indonesia. Ini merupakan respons terhadap laporan tentang baterai Galaxy Note 7 yang terbakar.
Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M Saladin, menyatakan imbauan tersebut berlaku pada penerbangan seluruh maskapai yang terafiliasi dengan Lion Group yakni Lion Air, Batik Air dan Wings Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan terus memantau update FAA mengenai perkembangan ini, tetapi untuk saat ini kami mohon agar para penumpang dapat mengikuti imbauan ini", katanya.
“Demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan bersama, Citilink Indonesia mengimbau seluruh penumpang untuk menonaktifkan seluruh peralatan elektronik, terutama Samsung Galaxy Note 7, dan tidak melakukan pengisian baterai selama penerbangan, serta tidak memasukkannya ke dalam bagasi," kata Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny Siga Butarbutar.
Benny menjelaskan, imbauan ini juga telah disebarkan kepada seluruh unit Citilink Indonesia, terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan penumpang dan operasional penerbangan dan juga di bandara-bandara yang diterbangi Citilink Indonesia.
Sosialisasi pada penumpang Citilink akan dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pengumuman secara tertulis di counter check in & boarding, pengumuman secara lisan saat boarding announcement, maupun melalui penguman resmi di situs web Citilink.
“Imbauan mengenai aturan penggunaan Samsung Galaxy Note 7 ini berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut”, ujar Benny.
Pekan lalu, Samsung telah menunda penjualan sekaligus menarik 2,5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 dari pasar.
Maskapai penerbangan Singapore Airlines dan juga perusahaan penerbangan Australia, Abu Dhabi, Amerika Serikat dan Jepang telah merilis larangan serupa terhadap penggunaan Samsung Galaxy Note 7.
(vws)