Lion Group Larang Galaxy Note 7 Ada di Kabin Pesawat

Hafizd Mukti Ahmad, CNN Indonesia | Selasa, 18/10/2016 23:45 WIB
Lion Group Larang Galaxy Note 7 Ada di Kabin Pesawat Maskapai Lion Group melarang Samsung Galaxy Note 7 dibawa masuk kabin pesawat. (Adhi Wicaksono/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lion Air, Batik Air dan Wings Air mulai 19 Oktober 2016 resmi melarang perangkat Samsung Galaxy Note 7 untuk dibawa ke dalam pesawat. Bahkan, maskapai yang tergabung dalam grup Lion itu melarang secara penuh, Samsung Galaxy Note 7 sekalipun unit telepon pintar itu dimasukan ke bagasi pesawat.

"Dimasukkan ke dalam tas yang dimasukkan ke bagasi dan juga dimasukkan ke cargo dilarang dalam penerbangan pesawat kami," kata Edward Sirait dalam rilis yang diterima CNNIndonnesia.com, Selasa (18/10).

Edward menambahkan, larangan untuk membawa perangkat Samsung Galaxy Note 7 ke dalam pesawat adalah peningkatan dari larangan yang telah Lion Air Group keluarkan sebelumnya yaitu larangan untuk mengoperasikan atau menyalakan perangkat Samsung Galaxy Note 7 di dalam pesawat.


"Peningkatan larangan ini dilakukan untuk kenyamanan dan keselamatan penerbangan.
 Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi untuk pengguna Samsung Galaxy Note 7 atas larangan ini, tetapi keselamatan penerbangan adalah prioritas kami," ujarnya.

Sebelumnya, maskapai pelat merah Garuda Indonesia pun mengeluarkan pelarangan serupa.

"Garuda Indonesia melarang unit Galaxy Note 7 berada dalam kabin pesawat untuk semua penerbangan terkait faktor keselamatan," ujar Benny S Butarbutar selaku VP Corporate Communication Garuda Indonesia dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (17/10).

Benny mengatakan, siapapun yang menggunakan Galaxy Note 7 tidak diperkenankan membawanya ke dalam pesawat, baik di dalam kabin ataupun berada di bagasi dan berlaku untuk semua penerbangan Garuda Indonesia.
Tak hanya itu, unit jagoan Samsung itu tidak diperkenankan dikirim melalui kargo udara. Setiap orang yang diketahui membawa Galaxy Note 7 dalam penerbangan akan diturunkan dan tidak diperkenankan terbang.

"Ini soal keselamatan penumpang dan kru yang menjadi prioritas paling tinggi bagi kami. Setelah mendapat rujukan dari pihak regulator, semua Samsung Galaxy Note 7 tidak diperbolehkan, ini belaku sejak 17 Oktober 2016," kata Benny.

Sejumlah masalah yang mendera ponsel pintar milik Samsung yang terbaru, yakni Galaxy Note 7, memang memukul nama besar vendor asal Korea Selatan itu. Walaupun pada kenyataanya, masih ada yang menggunakannya.

Sebelumnya Samsung sudah melakukan recall yang pertama terhadap Galaxy Note 7 tak lama setelah mendapatkan sejumlah laporan ponsel bongsor ini meledak. Calon konsumen pun sempat mendapatkan versi ‘aman’, kendati tak lama ditarik kembali, sebelum akhirnya berhenti diproduksi dan dijual.
Melihat siklus pendek Galaxy Note 7, seharusnya, ponsel ini ditinggalkan penggunanya secepatnya. Tapi, nyatanya tidak.

Melalui laporan Apteligent yang CNNIndonesia.com dari Phandroid, setidaknya ada 1 juta Galaxy Note 7 yang masih digunakan oleh sejumlah konsumen. (pit/pit)