"Dimasukkan ke dalam tas yang dimasukkan ke bagasi dan juga dimasukkan ke cargo dilarang dalam penerbangan pesawat kami," kata Edward Sirait dalam rilis yang diterima CNNIndonnesia.com, Selasa (18/10).
Edward menambahkan, larangan untuk membawa perangkat Samsung Galaxy Note 7 ke dalam pesawat adalah peningkatan dari larangan yang telah Lion Air Group keluarkan sebelumnya yaitu larangan untuk mengoperasikan atau menyalakan perangkat Samsung Galaxy Note 7 di dalam pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, maskapai pelat merah Garuda Indonesia pun mengeluarkan pelarangan serupa.
Benny mengatakan, siapapun yang menggunakan Galaxy Note 7 tidak diperkenankan membawanya ke dalam pesawat, baik di dalam kabin ataupun berada di bagasi dan berlaku untuk semua penerbangan Garuda Indonesia.
"Ini soal keselamatan penumpang dan kru yang menjadi prioritas paling tinggi bagi kami. Setelah mendapat rujukan dari pihak regulator, semua Samsung Galaxy Note 7 tidak diperbolehkan, ini belaku sejak 17 Oktober 2016," kata Benny.
Sejumlah masalah yang mendera ponsel pintar milik Samsung yang terbaru, yakni Galaxy Note 7, memang memukul nama besar vendor asal Korea Selatan itu. Walaupun pada kenyataanya, masih ada yang menggunakannya.
Sebelumnya Samsung sudah melakukan recall yang pertama terhadap Galaxy Note 7 tak lama setelah mendapatkan sejumlah laporan ponsel bongsor ini meledak. Calon konsumen pun sempat mendapatkan versi ‘aman’, kendati tak lama ditarik kembali, sebelum akhirnya berhenti diproduksi dan dijual.
Melalui laporan Apteligent yang CNNIndonesia.com dari Phandroid, setidaknya ada 1 juta Galaxy Note 7 yang masih digunakan oleh sejumlah konsumen. (pit)