Aplikasi Vine memang menyediakan layanan berbagi konten video berdurasi enam detik saja. Ia telah diakuisisi oleh Twitter sejak 2012, namun pamornya kalah oleh Snapchat dan Instagram.
Kini muncul laporan baru yang menyatakan bahwa Twitter sedang mengevaluasi keputusan perusahaan terhadap nasib Vine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja jika Twitter betul-betul menjual Vine ketimbang mengakhiri 'hidupnya', aplikasi tersebut akan tetap eksis secara online.
Sementara itu, siapapun yang tertarik mengakusisi Vine dari Twitter tentunya harus siap menghadapi tantangan rumit tetap bisa mengembangkan produknya.
Vine didirikan oleh tiga serangkai bernama Rus Yusupov, Colin Kroll, dan Dom Hofmann. Mereka menerima tawaran akuisisi dari Twitter sebesar US$30 juta.
Setelah Twitter mengumumkan akan mengakhiri Vine, TechCrunch mewartakan bahwa Yusupov dan Kroll sedang menyiapkan amunisi lain bernama Hype.
Hype sendiri masih berkonsep live broadcast yang memungkinkan pengguna menambah musik dan animasi ke video yang akan mereka publikasikan.
Masih berbentuk Beta, Hype direncanakan akan dirilis pertama kali untuk platform iOS, yang kemudian disusul untuk Android. (hnf)