Yvette, Penyebab Angin Kencang di Jakarta dan Banjir di Bima
Bintoro Agung | CNN Indonesia
Jumat, 23 Des 2016 16:31 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Siklon tropis Yvette bertanggung jawab atas angin kencang yang beberapa hari melanda wilayah Jakarta. Siklon ini merupakan pemicu tidak langsung musibah banjir bandang di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Timur.
Menurut penuturan Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Kukuh Ribudiyanto, angin kencang dari siklon Yvette yang sampai ke wilayah permukiman masyarakat bisa mencapai kecepatan 20-25 knot atau 37-46 kilometer per jam.
"Embusan angin ini perlu diwaspadai warga terutama di lokasi benda-benda tinggi seperti billboard atau pohon," ucap Kukuh kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (23/12).
Selain membawa embusan kuat, siklon Yvette juga mempengaruhi tinggi gelombang pantai di sepanjang perairan selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Siklon Yvette adalah siklus tropis yang bertiup dari Samudera Hindia ke arah timur Indonesia. Siklon ini bergerak menyusuri tekanan rendah di sepanjang pantai selatan Nusantara.
BMKG memprediksi angin kencang masih bisa dirasakan hingga 4-5 hari ke depan.
BMKG sebelumnya telah memberi peringatan terhadap warga terkait siklon tropis Yvette ini. Nelayan dan usaha pelayaran di Laut Jawa maupun di Samudera Hindia patut mewaspadai tinggi gelombang yang diakibatkan siklon ini.
Mereka memperkirakan gelombang laut bisa mencapai 2,5-4 meter di Laut Jawa dan lebih dari 4 meter di Samudera Hindia.
"Apalagi, fenomena tersebut dibarengi dengan angin kencang, tidak hanya di perairan tapi juga di daratan. Jadi, masyarakat harus lebih waspada agar fenomena alam ini tidak sampai menimbulkan dampak merugikan," tutur Eko Prasetyo, Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya seperti dilansir dari Antara, Kamis (22/12) kemarin.
(tyo)
Menurut penuturan Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Kukuh Ribudiyanto, angin kencang dari siklon Yvette yang sampai ke wilayah permukiman masyarakat bisa mencapai kecepatan 20-25 knot atau 37-46 kilometer per jam.
Lihat juga:Banjir Kembali Kepung Sebagian Kota Bima |
"Embusan angin ini perlu diwaspadai warga terutama di lokasi benda-benda tinggi seperti billboard atau pohon," ucap Kukuh kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (23/12).
Selain membawa embusan kuat, siklon Yvette juga mempengaruhi tinggi gelombang pantai di sepanjang perairan selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG memprediksi angin kencang masih bisa dirasakan hingga 4-5 hari ke depan.
BMKG sebelumnya telah memberi peringatan terhadap warga terkait siklon tropis Yvette ini. Nelayan dan usaha pelayaran di Laut Jawa maupun di Samudera Hindia patut mewaspadai tinggi gelombang yang diakibatkan siklon ini.
"Apalagi, fenomena tersebut dibarengi dengan angin kencang, tidak hanya di perairan tapi juga di daratan. Jadi, masyarakat harus lebih waspada agar fenomena alam ini tidak sampai menimbulkan dampak merugikan," tutur Eko Prasetyo, Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya seperti dilansir dari Antara, Kamis (22/12) kemarin.
(tyo)