Dikonfirmasi soal ini, Kepala Bidang Informasi Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Evi Lutviati mengatakan Indonesia akan terkena dampak penguatan El Nino pada November dan Desember 2015. "Prediksi dari indeks monitoring yang BMKG lakukan menunjukkan saat ini dalam intensitas kuat. Saat ini menunjukkan indeks 2, artinya sudah kuat," ujarnya kepada CNN Indonesia, Rabu (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampak El Nino mulai dirasakan dari Nusa Tenggara Timur, kemudian bergerak ke tengah wilayah Jawa sejak bulan April hingga Oktober ini," ujarnya. BMKG memperkirakan akan ada penurunan pada awal tahun 2016.
Selain itu, Evi juga menjelaskan soal perubahan pola angin munson di Indonesia. Perubahan tersebut, kata Evi, disebabkan oleh peningkatan aktivitas EL Nino dan kondisi di Australia.
"Memang harusnya saat ini masuk pada angin munson barat yang dari kawasan Asia, karena dekat dengan bulan Oktober. Angin itu membawa uap air," ujarnya.
Namun perubahan iklim yang terjadi di Indonesia dan peningkatan El Nino merupakan hal yang wajar. Sehingga diharapkan masyarakat tetap tenang dan mengikuti imbauan yang disampaikan oleh pemerintah untuk menghadap kemungkinan terburuk yang terjadi secara tiba-tiba. (ded/ded)