El Nino Menguat, Kekeringan Parah Ancam Indonesia

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 15:52 WIB
El Nino Menguat, Kekeringan Parah Ancam Indonesia Ilustrasi kemarau. (CNN Indonesia/Antara Photo/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski kekeringan sudah melanda di banyak tempat di Indonesia, deraan El Nino diperkirakan semakin menguat. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan fenomena El Nino akan mencapai puncaknya pada akhir tahun ini. Berdasarkan hasil perhitungan, beberapa kawasan di belahan dunia akan mengalami kekeringan parah, salah satunya Indonesia.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Bidang Informasi Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Evi Lutviati mengatakan Indonesia akan terkena dampak penguatan El Nino pada November dan Desember 2015. "Prediksi dari indeks monitoring yang BMKG lakukan menunjukkan saat ini dalam intensitas kuat. Saat ini menunjukkan indeks 2, artinya sudah kuat," ujarnya kepada CNN Indonesia, Rabu (2/9).


Evi menjelaskan, dampak kuatnya El Nino berbeda-beda di setiap negara. Pada umumnya di kawasan Asia termasuk Indonesia akan mengalami kekeringan parah. Sementara di bagian Eropa dan Amerika justru akan mengalami peningkatan curah hujan.


Fenomena El Nino, kata Evi, sudah terjadi sejak awal tahun 2015. Dalam beberapa bulan selanjutnya mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh kondisi iklim global. Khusus di Indonesia, fenomena El Nino mulai dirasakan di wilayah timur.

"Dampak El Nino mulai dirasakan dari Nusa Tenggara Timur, kemudian bergerak ke tengah wilayah Jawa sejak bulan April hingga Oktober ini," ujarnya. BMKG memperkirakan akan ada penurunan pada awal tahun 2016.

Terkait dengan peningkatan EL Nino, BMKG telah melakukan sejumlah imbauan terhadap sejumlah lembaga dan instansi yang terdampak. “Misalkan Kementerian Pertanian telah menyebarkan banyak pompa-pompa. Karena dampaknya berupa kekeringan. Tapi tetap juga kami minta masyarakat tetap hemat air," ujarnya.

Selain itu, Evi juga menjelaskan soal perubahan pola angin munson di Indonesia. Perubahan tersebut, kata Evi, disebabkan oleh peningkatan aktivitas EL Nino dan kondisi di Australia.

"Memang harusnya saat ini masuk pada angin munson barat yang dari kawasan Asia, karena dekat dengan bulan Oktober. Angin itu membawa uap air," ujarnya.

Namun perubahan iklim yang terjadi di Indonesia dan peningkatan El Nino merupakan hal yang wajar. Sehingga diharapkan masyarakat tetap tenang dan mengikuti imbauan yang disampaikan oleh pemerintah untuk menghadap kemungkinan terburuk yang terjadi secara tiba-tiba. (ded/ded)