Digugat Nokia, Apple Hentikan Penjualan Withings

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 26/12/2016 16:40 WIB
Digugat Nokia, Apple Hentikan Penjualan Withings Apple menghentikan penjualan Withings setelah berselisih paham dengan Nokia, yang telah mengakuisisi Withings senilai US$191 juta. (Reuters/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan multinasional asal California, Amerika Serikat, Apple, resmi menghentikan penjualan semua produk Withings di toko online atau store online Apple sejak akhir pekan lalu.

Pihak Apple belum memberikan keterangan resmi terkait penarikan semua produk Withings. Digital Trends menyebut kebijakan itu diambil Apple pasca berselisih paham dengan sesama perusahaan peralatan telekomunikasi, yakni Nokia Corporation.

Perusahaan yang berbasis di Finlandia itu belum lama ini melayangkan gugatan hukum untuk paten dan kepercayaan kesepakatan terhadap Apple di Texas, Amerika Serikat dan Jerman.


Sementara Withings merupakan perusahaan yang memproduksi sejumlah aplikasi bidang kesehatan, seperti Body Cardio Scale, Smart Body Analyzer, dan Wireless Blood Pressure Monitor.

Adapun sejak April 2016 lalu, Nokia resmi mengakusisi Withings dengan nilai transaksi mencapai US$191 juta.

Namun begitu, para pengguna Withings tak perlu khawatir. Sebab, bila Apple memenangkan persidangan atas tuntutan yang dilayangkan Nokia, Apple akan kembali menjual semua produk Withing di store Apple.

Peristiwa yang hampir serupa pernah terjadi ketika Apple menghapus semua produk Bose di store online Apple beberapa tahun yang lalu, pasca mendapat gugatan dari produsen perangkat audio, Beats Electronics atas paten noise-cancelling. Namun, Apple kembali menghadirkan produk Bose usai gugatan Beats berakhir.

Perseteruan antara Apple dengan Nokia bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Apple mendaftarkan tuntutan hukum kepada Nokia yang berisi permintaan biaya royalti berlebihan atas skema transfer paten ilegal. Terkait hal ini, Nokia meanggapi dengan melaporkan balik Apple atas dugaan pelanggaran 40 paten di 11 negara.

Dalam laporan baliknya, Nokia menuduh Apple tak memenuhi kesepakatan lisensi untuk paten terkait layar, antarmuka pengguna, software, antena, chipset, dan video coding. (gil)