Astronom Peneliti Materi Gelap di Galaksi Meninggal Dunia

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Selasa, 27/12/2016 16:25 WIB
Astronom Peneliti Materi Gelap di Galaksi Meninggal Dunia Ilustrasi materi gelap di galaksi. (Foto: Unsplash/Guillaume)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vera Florence Rubin, seorang astronom kelahiran Philadelphia dikabarkan meninggal dunia pada usia 88 tahun. Sebelum meninggal, ia diketahui menderita demensia dan tidak ada komplikasi penyakit lainnya.

Salah satu peran terbesar Vera semasa hidup yakni menemukan adanya bukti materi gelap di alam semesta.

Mengutip The Washington Post, sebelum dicetuskan oleh Vera, konsep materi gelap hanya dikenal sebagai zat yang tidak diketahui di antara bintang-bintang di galaksi. Penelitian Vera dan Ford di tahun 1970-an dianggap sebagai salah satu kemajuan paling signifikan dan berpengaruh sepanjang abad ke-20.



Bersama fisikawan W. Kent Ford, ia telah merevolusi cara ilmuwan dalam mengamati, mengukur, dan memahami semesta.

Teori yang dikemukakan bahwa galaksi tidak selalu berotasi seperti yang diprediksi selama ini. Vera dan Ford yakin adanya kekuatan lain yang bekerja dan mereka namakan materi gelap.

Materi gelap, yang belum pernah secara langsung diobservasi, diklaim memenuhi sekitar 27 persen alam semesta. Sementara itu, lima persen dari alam semesta merupakan materi yang bisa secara normal diobservasi.

Di antara temuan lainnya, ia juga menetapkan bahwa bintang yang mengorbit di bagian poros galaksi bergerak pada kecepatan yang sama seperti yang berada di dekat interior.


"Peran materi gelap telah merevolusi konsep dalam melahirkan seluruh sub bidang dalam astrofisika dan fisika partikel," ungkap astronom Emily Levesque dari University of Washington.

Temuannya tersebut menantang norma-norma yang berlaku di dunia astronomi yang menyatakan bintang yang berada jauh bergerak lebih lambat.

Sepanjang hidupnya, ia juga berjuang menghadapi bias gender di dunia astronomi. Di awal karirnya sebagai ilmuwan, hasil penemuan Vera kerap mendapat cibiran dari rekan astronom lain yang mayoritas laki-laki.

Semasa hidupnya, Vera pernah mendapatkan berbagai perhargaan di bidang astronomi dan menjadi orang kedua yang terpilih menerima National Academy of Sciences. (evn/evn)