Ford Motor Sentil Kebijakan Anti-Imigran Trump

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 31/01/2017 14:59 WIB
Ford Motor Sentil Kebijakan Anti-Imigran Trump Ford Motor mengaku akan melawan kebijakan Trump soal anti-imigran muslim di AS. (REUTERS/Christine Murray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan otomotif Ford Motor merasa heran dengan munculnya kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai larangan para imigran menuju Amerika. Kebijakan tersebut mengenai larangan untuk para imigran asal tujuh negara dengan mayoritas muslim dalam 90-120 hari ke depan.

Menyikapi itu dua petinggi Ford, Bill Ford dan Mark Fields lantas memberikan pengarahan kepada karyawannya di Amerika, melalui surel. Dalam pesannya, Ford menilai kebijakan Trump bisa berpengaruh buruk terhadap karyawan mereka.

“Menghormati semua orang adalah nilai inti dari Ford Motor Company, dan kami bangga dengan keragaman perusahaan, baik di sini maupun diseluruh dunia. Itu sebabnya, kami tidak mendukung kebijakan ini atau lainnya yang bertentangan dengan nilai kami sebagai sebuah perusahaan. Secara tidak sadar, karyawan Ford dapat langsung dipengaruhi oleh kebijakan itu. Kami akan terus bekerja untuk memastikan kesejahteraan karyawan dengan mempromosikan nilai hormat dan inklusi tempat kerja,” tulis surel tersebut.


Menurut mereka, pernyataan yang dikeluarkan oleh Trump jelas menyedihkan. Mengingat, basis Ford di negara Paman Sam terletak di Dearborn, Michigan. Terdapat beragam komunitas di luar Detroit yang memiliki populasi Arab terbesar, baik Kristen maupun Muslim serta banyak warga negara Timur Tengah yang berbeda.

“Sekitar sepertiga dari penduduk Dearborn mengklaim banyak dari keturunan Arab yang bekerja untuk Ford,” seperti dikutip dari Forbes.

Mereka mencontohkan, keberagaman jelas terjadi pada perusahaannya bukan baru kali ini. Hal tersebut dapat terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan oleh Fields, yang dibesarkan oleh Yahudi. Sedangkan Henry Ford merupakan seorang salah satu anti-semit dalam sejarah Amerika. Bagi mereka, hal demikian membuktikan bahwa Ford inklusif terhadap keberagaman budaya.

Sementara, Presiden United Automobile Workers (UAW), Dennis Williams turut merespon kebijakan yang dikeluarkan oleh Trump. Kata Dennis, mau seorang imigran atau tidak, siapapun itu wajib untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan demi bangsa.

“Kita harus melindungi keamanan nasional sambil tetap setia dengan nilai-nilai yang membuat besar bangsa. UAW menentang diskriminasi dalam bentuk apapun dan mencela kebijakan yang menghakimi orang berdasarkan agama atau bangsa asal mereka,” ucap Dennis.

Tidak hanya Ford, raksasa otomotif lain di Amerika, yaitu Tesla Motors turut mengecam kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Trump. Tesla yang berdomisili di kawasan Silicon Valley, tidak terima akan kebijakan yang menyebabkan kekacauan pada akhir pekan ini di sejumlah bandara di Amerika.

Kebijakan Trump kali ini nampaknya tidak berjalan lurus dengan ancaman yang dibuatnya kepada para produsen otomotif. Yang mana, Trump ingin agar semua produsen otomotif memilih berinvestasi dalam jumlah besar di negaranya, ketimbang negara lain, terutama Meksiko.

Padahal, Ford sudah membatalkan rencana investasi senilai $1,6 miliyar dalam pembangunan pabriknya di Meksiko. Usai membatalkan investasinya, Ford mengumumkan akan memperluas pabrik di Michigan dan menambah 700 pekerjaan.

General Motors dan Fiat Chrysler tidak jauh berbeda dengan Ford. Keduanya berjanji kepada Trump akan menambah jumlah pekerjaan di Amerika. Pimpinan dari produsen otomotif itu juga sudah bertemu dengan Trump untuk membahas isu ekonomi. (pit/pit)