Palapa Ring Paket Timur merupakan proyek menghubungkan 35 kabupaten dan kota di sejumlah provinsi wilayah timur Nusantara seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lanjut Rudiantara, wilayah Jakarta punya akses komunikasi yang begitu cepat bahkan bisa mencapai 7 Mbps. Hal ini yang menurutnya menjadi perhatian pemerintah.
Kendati begitu, Rudiantara menegaskan pemerintah dalam proyek ini hanya meletakkan infrastruktur tulang punggung. Dengan demikian, operator telekomunikasi dapat membangun akses di atasnya.
Adapun panjang jaringan yang pemerintah akan bangun di proyek ini mencapai 8.454 kilometer. Setengah panjang itu berasal dari kabel fiber optik laut. Sementara 45 persen kabel berada di darat (inland) dan sisa 5 persen berasal dari microwave links.
Lewat Palapa Ring, pemerintah bermaksud membangun infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik di daerah yang tak dilirik operator komunikasi. Palapa Ring Paket Timur ini direncanakan oleh Rudiantara rampung di awal 2019 nanti.
Rudiantara menyebut pembangunan serat optik di proyek ini akan memangkas kesenjagan infrastruktur komunikasi di wilayah timur yang selama ini hampir tak tersentuh.
Menkominfo Rudiantara (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono) |
Dalam proyek ini, pemerintah memakai skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sesuai Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 dengan konsep Build-Own-Operate-Transfer (BOOT).
Nilai proyek Palapa Ring Paket Timur bernilai Rp5,1 triliun ini dijalankan oleh konsorsium PT Palapa Timur Telematika.
Konsorsium ini terdiri dari sejumlah badan usaha seperti Moratelindo, IBS, Smart Telecom, dan PT Penjaminan Insrastruktur Indonesia, dan Bank Negara Indonesia. Diperkirakan proyek ini akan berlangsung selama 18 bulan ke depan.
Sementara itu, proyek Palapa Ring Barat dan Tengah masih berlangsung. Rudiantara menyebut Paket Barat akan dikebut rampung pada 2017, sedangkan Paket Tengah ia menargetkan awal 2019 seluruh proyek sudah selesai.
"Sekarang Paket Barat sudah 60 persen, kalau Paket Tengah masih 10-12 persen," imbuhnya.
Menkominfo Rudiantara (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)