Pastikan Pasang Relay Sebelum Pakai Klakson Variasi

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 17/04/2017 16:52 WIB
Pastikan Pasang Relay Sebelum Pakai Klakson Variasi Klakson variasi aftermarket kini banyak diminati untuk modifikasi motor bawaan pabrik. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak dari pemilik kendaraan roda dua tidak merasa puas, dan melakukan pergantian klakson bawaan pabrik ke produk aftermarket. Selain tidak berfungsi secara optimal, terkurasnya aki menjadi problem selanjutnya.

Hal tersebut dapat terjadi lantaran tidak jeli saat pemasangan dan melupakan satu komponen wajib, yaitu relay. Mengingat, klakson aftermarket pastinya memiliki daya lebih besar daripada bawaan pabrik.

Relay sendiri ialah komponen atau saklar, penghubung atau pemutus untuk arus beban cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus kecil. Dengan begitu, tidak akan merusak accu, walau berkapasitas kecil.


"Pakai relay ditambahin jalur baru. Yang ori-nya tidak dicopot, cuma ditambahin relay saja biar stabil arus. Kalau tidak pakai tekor aki-nya," kata mekanik Batavia Horn, Agus Saefullah kepada CNNIndonesia.com di bengkelnya kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Jika pemasangan tidak sesuai, ia menjelaskan, otomatis suara yang dihasilkan tidak optimal. Selain relay, pemilihan kabel juga akan berpengaruh terhadap kinerja klakson. Biasanya, bengkel klakson menyedialan relay saat tahap pemasangan.

"Kabel-kabel saja pengaruh, kabel tidak bisa terlalu kecil harus besar lalu dipakaikan relay," ujarnya.

Selain itu mekanik dan memilih lokasi yang tepat dalam meletakan klakson. Usahakan, klakson diletakan lebih tertutup untuk mencegah masuknya air pada saat proses mencuci atau terkena hujan.

"Paling posisinya diatur biar tidak kena air. Karena kan pas cuci motor itu airnya kencang, jadi klakson posisinya kayak diumpetin," ucapnya.

Jika terlanjur terkena air, ia mengatakan, biasanya suara yang dihasilkan tidak akan sekencang biasanya, bahkan jika terlalu banyak klakson dapat tidak berfungsi.

"Kalau airnya sedikit dibunyiin terus-terusan saja juga udah normal. Beda kalau masuk banyak bisa tidak keluar (suaranya) dan harus dibuka," kata Agus.