Trafik Data XL Naik 10 Persen saat Pilkada DKI Putaran Kedua

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 21/04/2017 05:25 WIB
Trafik Data XL Naik 10 Persen saat Pilkada DKI Putaran Kedua Ilustrasi orang mengirim pesan. (Foto: Dok. Death to The Stock Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Libur di hari pencoblosan untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran dua rupanya tidak mengurangi sibuknya jaringan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata). Justru, kebutuhan warga Ibu Kota Jakarta atas layanan data sepanjang hari pencoblosan Pilkada pada Rabu (19/4) semakin tinggi.

Sebagaimana keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, PT XL Axiata mencatat terjadinya kenaikan trafik sekitar 10 persen dibanding hari-hari biasa. Akses ke media sosial (medsos) mendominasi kenaikan tersebut.

"Warga DKI intens mengakses media sosial dan mengunggah semua format pesan, termasuk foto dan video saat momen yang sudah ditunggu sejak lama, Pilkada," ungkap Vice President Jabodetabek Region XL Axiata, Bambang Parikesit.

Ia mengklaim lonjakan kenaikan trafik saat pesta politik warga DKI itu sudah diprediksi sebelumnya. Terlebih momen Pilkada DKI Jakarta mendapatkan perhatian sangat luas, termasuk warga di luar Jakarta.


Bambang juga menyebut bahwa media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, LINE, dan Path mendapatkan porsi akses tertinggi. Penggunaan pesan instan WhatsApp juga dilihat cukup tinggi untuk digunakan warga bertukar informasi.

Kenaikan akses paling tinggi ada pada layanan Instagram, yaitu rata-rata 50 persen dibanding hari-hari biasa di semua wilayah kecuali Kepulauan Seribu, dengan kenaikan tertinggi di wilayah Jakarta Pusat hingga 155 persen.

Menurutnya, penyebab tingginya intensitas penggunaan layanan data ini tidak lepas dari minimnya kendala saat momen pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Diakuinya, XL Axiata telah mengantisipasi dan memastikan kualitas jaringannya berjalan baik saat momen tersebut.

Sebelumnya, anak perusahaan Axiata Group Berhard itu telah melakukan penguatan jaringan di semua daerah yang menyelenggarakan Pilkada. Mereka juga memastikan kapasitas jaringan di daerah-daerah tersebut memadai, dan hal-hal lain yang bersifat teknis.