Industri Printing Memasuki Era Digital 4.0

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Sabtu, 22/04/2017 07:42 WIB
Industri Printing Memasuki Era Digital 4.0 Ilustrasi mesin cetak 3D (REUTERS/Francois Lenoir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat ini, Industri sudah memasuki era 4.0, ketika teknologi dan digitalisasi mulai menjadi bagian dalam segala aktivitas. Era Industri 4.0 ini memungkinkan berbagai manufaktur terhubung secara digital, mulai dari 3D printing, robotik, serta beragam jenis teknologi baru yang berhubungan dengan era digital.

Berdasarkan laporan IDC (International Data Corporation) 2016, industri percetakan dan printing di seluruh dunia terus berkembang pesat hingga tahun 2017 yang mencapai US$ 9 Miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun 2012 yaitu US$ 5,3 miliar.

Di era serba digital saat ini banyak memberi kemudahan dalam industri percetakan dan printing. IDC juga mengungkapkan bahwa industri penerbitan, percetakan, packaging dan iklan akan terus bertumbuh sebanyak 12 persen di tahun 2017 ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya untuk kawasan Asia Pasifik.

Bahkan di tahun 2020 mendatang, pertumbuhan industri percetakan dan printing mencapai USD 47,2 miliar di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, industri penerbitan tumbuh menjadi 14,9 persen.


Diikuti dengan dengan pertumbuhan industri packaging yang naik 13,2 persen dan industri periklanan 12,1 persen.

Hal inilah yang mendorong PT. Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) untuk berbagi pengalaman kepada para pelaku bisnis agar segera bertransformasi ke era digital. AXI sendiri telah menghadirkan layanan digital yang terintegrasi dalam 3 lini bisnis mereka yakni AXIQoe.com, Xprins Web Services (XWS) dan Layan Gerak Xpress.

XWS merupakan pelopor layanan Print on Demand berbasis Web Services di Indonesia. XWS memungkinkan para konsumen korporasi untuk melakukan pemesanan cetakan dengan cepat secara online kapan pun dan di manapun, mencakup semua wilayah kota-kota besar di Indonesia.

“Saat ini kami sudah melakukan transformasi digital melalui 3 produk bisnis AXI. Kedepannya, kami terus melakukan inovasi dalam produk kami agar semua bisa digunakan secara online,” ujar Sahat Sihombing, Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI).

Sahat menambahkan, “Perubahan ke arah digital akan segera dihadapi suka tidak suka dan siap tidak siap oleh para pelaku bisnis. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan itu semua”.

“Kami memberikan solusi kepada manufaktur menuju Industri 4.0 yang akan terkoneksi melalui online secara keseluruhan. Tak hanya dari segi bisnis namun juga proses manufakturing itu sendiri,” tambah Sahat.

Era Industri 4.0 ini akan mempengaruhi bisnis para pelaku usaha, khususnya dari segi penjualan. Dengan transformasi digital akan sangat memudahkan para pelaku bisnis dalam mengembangkan usahanya.

Apabila semua infrastruktur IT sudah terpenuhi, termasuk di daerah terpencil, maka transformasi digital ini akan segera terwujud.