Home merupakan speaker cerdas yang dibekali mikrofon untuk mendeteksi suara manusia kapan saja, bahkan dari jarak jauh. Bentuknya seperti silinder yang bagian bawahnya bisa diganti-ganti warna sesuai keinginan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tanggapannya, perusahaan yang berbasis di Mountain View tersebut merilis fitur yang bisa mengindentifikasi suara pemiliknya. Dalam pernyataannya, Google menyatakan bahwa fitur ini bisa dipakai oleh multi-user.
Bagaimana Google Home mengenali suara tuannya?
Ketika fitur ini sudah hadir di perangkat Home, yang perlu dilakukan adalah mengaktifkan fiturnya. Karena Home ditenagai Assistant, pengguna perlu mengenalkan suaranya terlebih dulu pada Home.
Kendati demikian, patut diketahui bahwa fitur ini juga masih dalam perkembangan. Pelatihan suara terus dilakukan dkemudian sehingga Home bisa lebih sempurna mengenai suara pemiliknya, demikian dijelaskan perwakilan Google.
Tak hanya untuk membatasi pemberi perintah, fitur ini juga berguna untuk menambahkan penawaran playlist personal, waktu komuter dan jadwal yang lebih personal pada setiap pengguna Home.
Bagaimana dengan keamanannya?
Meski sistem pengenalan suaranya belum terlalu canggih, seorang ahli memprotes melalui The Washington Post bahwa, "konsumen khawatir soal data suara yang dikumpulkan Google. Sehingga, (Anda) perlu berpikir dua kali untuk menggunakan Home hub."
Pada intinya, konsumen tersebut khawatir data suara mereka digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan atau informasi dimanfaatkan untuk layanan Google lainnya.
Namun perwakilan Google menjelaskan bahwa identifikasi dari pengguna Google Home tertentu "disimpan secara lokal di perangkat dan tidak akan digunakan untuk layanan lainnya," demikian seperti dilansir dari Computer World.