Laporan dari Manila

Imagine Cup 2017 Dimulai, Adu Inovasi Berebut Rp 1,3 Miliar

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Senin, 24/04/2017 12:16 WIB
Indonesia, bersama tim Asia Tenggara dan sekitarnya beradu inovasi di ajang Imagine Cup 2017 untuk memperebutkan tiket final ke Seattle, AS. Delegasi dari Malaysia membuka kompetisi Imagine Cup 2017 di Manila, Senin (24/4). Ajang yang diselenggarakan oleh Microsoft ini merupakan fase penyisihan finalis antarnegara dari kawasan Asia Tenggara. (CNN Indonesia/Bintoro Agung)
Manila, CNN Indonesia -- Kompetisi Imagine Cup 2017 baru saja dimulai. Berlangsung di Manila, Filipina, kejuaraan dari Microsoft yang kerap disebut olimpiade di bidang teknologi ini menawarkan hadiah US$100 ribu atau sekitar Rp 1,3 miliar dan pertandingan final di Seattle, Amerika Serikat.

Saat ini merupakan banyak penyisihan antar tim dari sekitar negara Asia dan sekitarnya, yang kemudian memperebutkan tiket ke final.

Babak final Imagine Cup 2017 ini dibuka dengan presentasi dari tim Solvere dari Universiti Teknologi Malaysia. Tim yang beranggotakan Thohidul Islam, Syed Nakib Hossain, dan Fazle Rabbi Rahat ini memperkenalkan robot papan iklan bernama SMAD Robot.

Robot buatan mahasiswa Malaysia ini sejatinya adalah papan iklan elektronik yang biasa ditemui di pusat perbelanjaan. Namun bedanya, Smad Robot dapat berjalan dengan roda.


Tak hanya itu, robot ini dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) yang bisa menangkap emosi dan identitas manusia yang berpapasan dengannya. Smad Robot bisa mengetahui usia, gender, dan bercakap dengan manusia.

Dengan data yang terkumpul itu, SMAD Robot akan menampilkan iklan dengan produk yang relevan dengan lawan bicaranya. Jika wajah yang terekam terkesan kurang bersemangat, sang robot akan menawarkan makanan manis atau latihan kebugaran dari sebuah gym.

"Robot ini berguna untuk tempat seperti mal atau event, meningkatkan potensi ketertarikan pengunjung terhadap iklan," ujar Thohidul.

Setelah tim Malaysia, tim Welse asal Thailand yang dapat jatah naik panggung. Mereka mempresentasikan inovasinya yang berupa perangkat tes darah yang terhubung dengan aplikasi mobile.

Tampil dengan percaya diri, tim Welse memperkenalkan cara praktis memperoleh data kesehatan seseorang dari darah yang diambil dengan sebuah perangkat kecil buatan mereka. Hanya dalam hitungan detik, informasi kesehatan seseorang berdasarkan darahnya tampil dalam aplikasi ponsel seperti selayaknya dashboard.

"Ini membantu masyarakat mengetahui kondisi tubuhnya," kata Pasagorn Juntaramaha, salah satu anggota Welse.

Salah satu informasi yang bisa diakses pengguna perangkat buatan Welse ini adalah kadar glukosa dalam darah seseorang.

Tak kalah menarik, tim HeartSound dari Singapura punya inovasi serupa dengan tim Thailand. Sama-sama di lingkup kesehatan, tim ini memperkenalkan sistem pencegahan serangan jantung.

Mereka menciptakan alat khusus bernama S3, singkatan dari Smart Sthetoscope, stetoskop pintar yang mampu mentransfer data detak jantung ke ponsel pribadi.

Tim dari Nepal dan Laos menjadi penampil berikutnya. Masing-masing tim berjuang memberi kesan terbaik kepada enam juri yang ada.

Sementara itu, delegasi Indonesia yang diwakili oleh tim Cimol dapat giliran presentasi setelah jeda makan siang, sekitar pukul 1 siang waktu Manila, Filipina. Indonesia bersaing dengan negara sesama ASEAN mulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Laos.
Imagine Cup 2017 Dimulai, Adu Inovasi Berebut Rp 1,3 Miliar
Aplikasi Hoax Analyzer Karya Tim Asal ITB Berhasil Melaju Ke Babak Final Asia Tenggara Microsoft Imagine Cup 2017 (Dok. Microsoft)

Kompetisi Imagine Cup di Manila ini mempertemukan pemenang dari tiap negara di Asian Tenggara, ditambah beberapa negara Asia Selatan seperti Sri Lanka, Nepal, dan Bangladesh.

Microsoft akan memboyong tim peserta yang bertanding di Manila ini ke level global yang akan diadakan di Seattle, Amerika Serikat Juli nanti.



BACA JUGA