Sebelumnya, Xiaomi telah mengumumkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Telkomsel dan TAM untuk membangun ekosistem 4G di Indonesia. Usai acara tersebut, Steven Shi, General Manager Xiaomi for South East Asia and South Pacific, berbagi pada CNN Indonesia mengenai rencananya membangun bisnis IoT di Indonesia.
IoT langkah penting
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami sudah punya smartphone di Indonesia. Belum lama ini kami juga telah meluncurkan layanan internet, seperti Mi Roaming, Mi live streaming. (Dengan demikian) kami ingin memperbaiki pengalaman pengguna Indonesia," jelas Shi. Ini berarti Xiaomi sudah memiliki dua inti bisnis mereka di Indonesia, yakni smartphone dan layanan internet.
Kendala
Namun mewujudkan niat memang tak semudah menjalaninya. Xiaomi mengaku ada beberapa kendala untuk memasuki pasar IoT Indonesia yang belum mapan.
Pertama soal produk yang tepat untuk pasar di Indonesia. Di negara asalnya, Xiaomi punya beragam perangkat. "Setiap toko bisa ada 300-400 macam produk," terang Shi. Namun, dari ratusan produknya itu, mereka perlu memilih produk yang tepat untuk pasar Indonesia.
Kedua, masalah sertifikasi lokal alias TKDN. Menurutnnya, kendala sertifikasi ini adalah soal lamanya proses sertifikasi. Akibatnya, terjadi tenggang waktu yang cukup lama untuk memasukkan produk baru Xiaomi ke Indonesia. "Tapi, sejauh ini kami telah melihat progress yang sangat besar dari pemerintah. Semakin cepat mereka selesai maka semakin cepat juga gap dari peluncuran (di Cina) untuk dibawa ke Indonesia."
Tanggung jawab sosial
Meski mengakui mendapatkan sertifikasi lokal atau TKDN tidak mudah, Xiaomi tetap memandang regulasi ini positif. Sebab, regulasi ini membuat perusahaan memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat setempat.
"Visi kami sebenarnya tidak hanya menjual produk ke sebuah negara saja tetapi kami juga ingin membawa teknologi dari Cina ke Indonesia. Teknologi ini juga termasuk transfer skill ke Indonesia. Kami mengira ini adalah tanggung jawab sosial. Tentu saja TKDN bukan masalah untuk kami. Regulasi itu positif," Shi menjabarkan.