“Itu hanya spekulasi saja. Kami belum bisa memberikan komentar,” kata Monica Oudang, HR Director Gojek Indonesia, di Jakarta, Senin (8/5). Hal ini diungkap Monica saat konferensi pers Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia.
Sebelumnya, Gojek disebut telah mendapatkan pendaan yang membuat nilai perusahaan melonjak menyentuh angka US$3 miliar (sekitar Rp39,98 triliun). Angka itu setara dengan kompetitornya asal Singapura, Grab. Meski demikian, nilai investasi ini masih berselisih jauh dari Uber yang nilai valuasinya mencapai US$60 miliar (Rp799, triliun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gojek juga enggan mengungkap soal apakah mereka ingin memperluas layanannya di Asia Tenggara. Gojek hanya menyatakan bahwa mereka akan hadir di beberapa kota baru di Indonesia dan akan menyerap tenaga kerja sesuai kebutuhan di setiap kota baru tersebut.
Kendati demikian, Gojek tampak memiliki lebih banyak variasi tawaran layanan dalam di aplikasinya. Mereka tidak hanya menawarkan layanan kendaraan panggilan tetapi juga makanan, antar barang, kendaraan untuk pindahan di Go-Box. Ditambah lagi, mereka juga menawarkan aplikasi Go-Life yang dibangun untuk menjawab permintaan pasar terhadap layanan seperti pijat, salon dan kebersihan rumah.
Sementara Grab berjalan ke arah berbeda dengan menawarkan variasi layanan transportasi dan belakangan masuk ke bisnis e-commerce lewat akuisisi Kudo di Indonesia.