Snapchat Mulai Buntung Ditiru Facebook

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 12/05/2017 13:41 WIB
Harga Snapchat melorot tajam pada US$ 18,19 yang merupakah harga terendah sejak mereka melakukan penjualan saham terbuka. Snapchat mulai terpuruk (Eric Thayer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah bukan rahasia lagi bahwa Facebook mengadopsi fitur-fitur andalan Snapchat di layanan aplikasinya. Karena hal itu juga, kesuksesan pun didapatkan oleh Instagram cs.

Di sisi lain, Snapchat yang mulai geram dengan langkah Facebook akhirnya merasakan getirnya kerugian. Pada Rabu, Snap Inc mengumumkan kerugian besar dan perlambatan pertumbuhan pengguna yang terus berlanjut, sementara pendapatan turun di bawah ekspektasi Wall Street dalam laporan pendapatan pertamanya sebagai perusahaan publik.

Snapchat melaporkan 166 juta pengguna aktif setiap hari di kuartal terakhir, meningkat hanya 36 persen dari tahun sebelumnya. Dalam laporan pasca-IPO pertamanya di tahun 2012, Facebook juga mengecewakan investor saat basis pengguna hariannya tumbuh hanya 32 persen. Tapi pada saat itu, Facebook memiliki 552 juta pengguna reguler, lebih dari tiga kali lipat Snapchat.


Dalam catatan Bussiness Today, hampir US$ 2 miliar dari kerugian Snap sebesar US$ 2,2 miliar pada periode Januari-Maret dikarenakan biaya kompensasi saham yang terkait dengan penawaran awal perusahaan. Facebook memiliki biaya serupa sekitar US$ 1,3 miliar.

Namun pendapatan Facebook sebesar US$ 1,18 miliar pada kuartal pertama sebagai perusahaan publik. Meski pendapatan Snap hampir empat kali lipat pada kuartal terakhir, pendapatannya naik menjadi US$ 150 juta.

Angka ini masih kurang dari prediksi analis senilai US$ 158 juta yang disurvei oleh FactSet. Saham Snap turun US$ 5,50, atau 24 persen menjadi US$ 17,48 pada penutupan perdagangan.

Pengguna Snapchat menyebar di wilayah Amerika Utara dan Eropa. Jumlah pengguna aktifnya naik tiga juta menjadi 71 juta dari sebelumnya 68 juta pengguna aktif harian di Amerika Utara sementara di Eropa tumbuh dari 52 juta ke 55 juta pengguna aktif harian. Sementara itu, sisa pengguna Snapchat berjumlah 40 juta di berbagai belahan dunia.

Turunnya keuntungan ini membuat harga saham Snapchat melorot tajam pada US$ 18,19 yang merupakah harga terendah sejak mereka melakukan penjualan saham terbuka.

Pertumbuhan basis pengguna Snapchat mulai melambat tahun lalu setelah Instagram Facebook menyalin fitur "Stories" Snapchat, yang memungkinkan pengguna mengeposkan klip video pendek yang hilang setelah 24 jam. Tak ketinggalan tren, Facebook juga meluncurkan fitur yang sama tahun ini.

Tak hanya itu, WhatsApp, layanan pesan milik Facebook juga merilis "status" yang memungkinkan orang memposting foto dan video yang hilang setelah 24 jam.

Namun sebenarnya, Snapchat sendiri memang mengkotakkan diri bukan sebagai jaringan sosial. CEO Evan Spiegel mengatakan bahwa layanannya berbeda dengan Facebook, Instagram maupun Twitter karena Snapchat tidak menghubungkan orang. Untuk itu, Spiegel tidak mendorong penggunanya untuk menambahkan teman.

"Jika pada awalnya kami meminta para penggemar untuk menambahkan semua teman mereka ke dalam buku kontak mereka, bukan hanya beberapa dari mereka, mereka mungkin benar-benar tidak nyaman menciptakan bentangan dan menambahkannya ke cerita mereka," katanya dalam konferensi dengan para analis.

Ahli Matt Britton yang merupakan CEO Crowdtap, perusahaan marketing, menilai bahwa Snapchat juga terlalu ragu unuk merilis fitur baru. Mereka juga kurang baik memilah fitur yang paling dibutuhkan pengguna. Fitur Discover disebutnya sebagai salah satu fitur yang tidak terlalu krusial untuk aplikasi bagi para milenials
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK