Menurut sumber New York Times, Kalanick mengatakan bahwa dirinya telah bekerja tanpa henti sejak mendirikan Uber pada 2009. Ia berpikir, mungkin dirinya memerlukan istirahat selama beberapa waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Dewan ini juga mempertimbangkan usulan untuk memberhentikan tangan kanan Kalanick, Emil Michael. Pemberhentian ini dilakukan berdasarkan laporan penyelidikan dari mantan jaksa agung Eric H. Holder Jr. Saat ini, Holder ditahan lantaran kasus penyelidikan budaya internal Uber tersebut. Dikabarkan, Michael akan mengumumkan pengunduran dirinya hari ini.
Selain itu, dua eksekutif Uber lain juga dikabarkan akan mengundurkan diri. Ryan Graves (pemimpin HR) dan Tuhan Pham (pemimpin teknis Uber). Sementara itu, masih belum jelas apakah dua nama lainnya juga mengundurkan diri atau dipecat.
Saat ini, Uber menolak memberikan komentar mengenai masalah ini. Namun perusahaan yang berbasis di San Fransisco tersebut dikabarkan telah melakukan pertemuan pada 11 Juni lalu untuk membahas eksekutif mana saja yang akan dicopot dari posisinya.
Pertimbangan lain adalah melakukan rotasi pemimpin. Mereka diharapkan akan mengumumkan hasil pertemuan itu besok, (13/6).
Sekadar informasi, banyak permintaan untuk reformasi kepemimpinan Uber. Jika Uber tidak mengambil langkah besar, mereka bisa dinilai tidak berniat menyelesaikan masalah korporasi ini.