"Sebelum ulang tahun keenam yang diperingati tahun ini, Tiket.com mengumumkan milestone penting bagi kami dan Blibli.com. Sejak 12 Juni lalu, Tiket.com resmi diakuisisi oleh Blibli.com," ujar Geary di depan panggung, Kamis (16/6) di kawasan Senayan.
Blibli dan Tiket menghabiskan waktu lima bulan sebelum akhirnya proses akuisisi selesai 12 Juni lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan
Hal serupa juga dirasakan Blibli. CEO Blibli, Kusumo Martanto menyebutkan bahwa visi misi Tiket sejalan dengan perusahaannya. "Kami ingin membangun bisnis yang sustainable dan membanggakan, karena sama-sama dibuat oleh Indonesia. Kita lihat pendiri-pendirinya juga bagus jadi dari sana kami mulai pacaran," tambahnya.
Kusumo juga mempertimbangkan untuk menggandeng aplikasi OTA ini karena melihat track record yang dinilainya bagus. Geary menyatakan bahwa sejak Desember 2016 silam, perusahaannya telah menghasilkan keuntungan Rp1 triliun untuk pertama kalinya.
Berubah
Setelah proses akuisisi, semua founder Tiket tetap bertahan di perusahaan tersebut. Jabatan yang berubah hanya untuk posisi CEO yang sebelumnya ditempati Geary. CEO Tiket.com akan diisi oleh George Hendrata. Sementara Geary akan Kini menempati jabatan sebagai Chief Communication Officer Tiket.com.
Sayangnya nilai akuisisi tidak diungkap kedua perusahaan. Geary hanya mengatakan bahwa transaksi dilakukan dalam mata uang rupiah dengan nilai yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Blibli melalui rilisnya mengatakan bahwa sumber dana akuisisi berasal dari dana internal untuk pengembangan bisnis Blibli.com.
Dengan akuisisi ini, Blibli menargetkan pertumbuhan pendapatan organik maupun non organik sebanyak 2,5 kali pada semester akhir 2017. Untuk Tiket.com, Blibli akan memberikan dukungan penuh dari sisi share inventory. Ini berarti inventaris yang dimiliki Blibli bisa dipakai juga oleh Tiket.com.
Selain itu, Blibli juga akan mendukung terkait program penjualan, promosi, penetrasi ke sosial media, juga untuk memperkuat dari sisi sumber daya manusia. "Ada sinergi di beberapa hal. Blibli karyawan lebih banyak, yang bisa disinergikan kami sinergikan. Kalau perlu keep (di)pisah, ya pisah," tandas Kusumo.