Desktop Masih Favorit untuk Transaksi e-Commerce

Bintoro Agung | CNN Indonesia
Senin, 15 Mei 2017 15:17 WIB
Konsumen Indonesia menarik, mereka mengandalkan ponsel untuk mencari barang yang ingin dibeli namun cenderung beralih ke desktop saat hendak bertransaksi. Ilustrasi (janeb13/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat Indonesia punya kebiasaan menarik saat belanja melalui e-commerce. Mereka mengandalkan ponsel untuk mencari barang yang ingin dibeli namun cenderung beralih ke desktop saat hendak bertransaksi.

"Di Indonesia itu lucunya walaupun banyak yang searching di mobile tapi untuk transaksi malah di desktop karena mereka merasa lebih aman dan nyaman," ucap Faiz Fashdrijal, Head of Marketing Blanja.com, Senin (15/5).

Menurut Faiz, perilaku konsumen seperti itu tak lepas dari kemunculan e-commerce yang pada awalnya hanya di desktop. Sehingga secara user interface (UI) dan user experience (UX), desktop terasa jauh lebih aman dan nyaman.

"Padahal sama saja," imbuh Faiz.

Sementara ini, Faiz mengaku konsumen yang belanja melalui layar desktop masih lebih banyak. Namun ia memprediksi keadaan itu tak lama lagi berubah berkat penetrasi ponsel cerdas yang makin dalam di masyarakat.

Pertumbuhan pengguna mobile apps untuk e-commerce tak terjadi hanya di Indonesia namun di seluruh dunia. Namun negara berkembang yang mengalami ledakan pengguna ponsel cerdas seperti Indonesia masih punya kendala di metode pembayaran.

Faiz menilai metode pembayaran di Indonesia belum begitu canggih sehingga belum maksimal menarik pengguna baru.

Kian masifnya aktivitas jual-beli melalui ponsel tersebut, hampir bisa dipastikan ponsel cerdas akan jadi faktor dominan di lanskap e-commerce Indonesia. Hanya saja Faiz meragukan pengguna layanan e-commerce di desktop tak akan lenyap.

"Tapi apakah desktop akan mati belum tentu sih," sebutnya.

Tak hanya di aplikasi mobile secara umum, pertumbuhan e-commerce juga memicu aplikasi pesan instan melahirkan fitur jual-beli di dalam platform mereka. Line misalnya yang memiliki fitur Line Shopping untuk menjaring keuntungan dalam tren e-commerce di dalam negeri.

"E-commerce di Indonesia masih jauh dari titik jenuh, potensinya besar sekali," kata Director Managing Line Indonesia Ongki Kurniawan.

Aplikasi pesan instan saat ini bisa dikatakan sebagai aplikasi paling tak terpisahkan dari kegiatan masyarakat. Dengan modal demikian, sebagian masa depan e-commerce boleh dibilang berada di tangan aplikasi pesan instan.
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER