Tak Ada Beda Perhatian Mobil Mewah Saat Mudik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 22/06/2017 16:11 WIB
Tak Ada Beda Perhatian Mobil Mewah Saat Mudik Ilustrasi mudik lebaran. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masuk musim mudik lebaran, nampaknya mobil-mobil di segmen premium jarang terlihat ikut serta pada hajat tahunan masyarakat di tanah air, yakni pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi, baik itu di Pulau Jawa, maupun lintas Sumatera.

Jalur-jalur panjang dan tidak biasa, hanya dipadati oleh kendaraan-kendaraan biasa dan tentunya dilengkapi dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Ada berbagai alasan si pemilik meletakan mobil mewahnya di rumah, selain pastinya dicap boros bahan bakar.

Jika ada meski berstatus premium, mobil kelas atas ternyata juga wajib melakukan pengecekan terlebih dahulu secara keseluruhan. Sama seperti mobil menengah pada umumnya.


"Kalau ketahanan, pastinya kami kuat. Tapi balik lagi seiring waktu pastu pasti terkikis, kaya dibawa pakai aja. Harus dicek, kami tidak mau saja perjalanan jauh jadi kenapa-kenapa," kata Produk Manajer, Manajemen dan Planing Mercedes Benz Distribusi Indonesia (MBDI) Kurniadi Setiawan di Jakarta.


Misalnya, ia menjelaskan, pemudik pengguna mobil premium juga harus melihat kondisi kaki pada kendaraannya, khususnya ban. Kemudian, kualitas oli mesin hingga sistem pengereman, mengingat dalam perjalaman jauh tidak sedikit yang ingin memacu kendaraannya lebih cepat.

"Dengan jarak jauh pasti otomatis pertolongan tidak dalam 15 menit, pasti lama. Jadi kami tidak ingin terjadi apa-apa, apalagi saat malam hari," ujarnya.

Kurniadi menjelaskan, pada dasarnya tidak ada perlakuan khusus untuk menggeber mobil premium saat mudik perjalanan jauh. Semua dilakukan, sebagai upaya pencegahan untuk tidak terjadi masalah selama perjalanan.

"Tidak ada perlakuan istimewa, semua perlakuakn sama. Itu tindakan supaya tidak terjadi apa-apa ke depan, cuma kalau perlakuan khusus tidak ada," katanya.


Sementara, Deputi Direktur Sales Operasional dan Produk Manajemen MBDI Karyanto Hardjosoemarto, mengatakan bahwa pemudik menggunakan kendaraan keluaran Mercedes di Indonesia tidak sedikit jumlahnya.

Namun, ia mengaku belum mengetahui tipe apa dari pabrikan asal Jerman ini yang biasa dipakai untuk mudik dari kendaraan pribadi. Dirinya hanya mengklaim, keluaran Mercedes selain memberi kenyamanan juga irit bahan bakar.


"(Pasti) irit dong pakai Mercedes. (Jika macet) penumpang tetap nyaman, tapi sama kaya kendaraan lain, kalau macet ya habis bensinnya," ujar Karyanto.