"Karena sistem Windows terputus sementara, pengawasan radiasi di area industri dilakukan secara manual," demikian bunyi keterangan resmi agen pengendali zona eksklusif Chernobyl.
Dikutip dari CNN, pernyataan resmi itu juga menyebutkan bahwa "teknologi sistem pengoperasian stasiun nuklir berjalan normal". Hanya saja, "terkait penyerangan siber, situs reaktor nuklir Chernobyl tidak bekerja seperti biasanya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hari yang sama, sejumlah perusahaan dan lembaga pemerintahan di Eropa melaporkan bahwa mereka diserang oleh peretas, termasuk di antaranya perusahaan minyak dan gas Rusia, Rosneft, demikian pula perusahaan pengiriman barang dari Denmark, Maersk.
Reaktor nuklir Chernobyl merupakan tempat terjadinya bencana nuklir terbesar di dunia yaitu ketika sebuah reaktor meledak pada 1986. Bencana itu membuat masyarakat sekitar reaktor dievakuasi dan area beradius 30 kilometer dari reaktor wajib dikosongkan.