Menurutnya, mobil listrik nantinya harus bisa diproduksi di negara sendiri agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi sasaran pasar dari negara-negara yang saat ini sedang gencar membuat moda transportasi modern itu.
"Indonesia harus bisa ikut andil bikin mobil listrik, jangan sampai kita jadi market saja," kata Luhut di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta, Senin (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal tersebut, Luhut menyebut saat ini pihak BPPT sendiri telah menyiapkan prototype pembuatan mobil listrik. Dia pun berharap kajian mobil listrik ini akan segera bisa dilakukan.
Menurut dia, pemerintah pun sepenuhnya akan mendukung pengembangan mobil listrik ini, misalnya dari segi kebijakan agar rencana pembuatan mobil listrik ini bisa segera direalisasikan.
"Tentu banyak yang harus dipersiapkan, pemerintah juga terus dukung, karena kalau tidak, mau nggak mau kita bakal jadi market orang lain terus," kata dia.
Untuk diketahui, di negara-negara luar seperti Perancis, Belanda, dan Norwegia telah disusun rencana jangka panjang untuk mulai mengoperasikan mobil listrik di tahun 2030 mendatang. Bahkan, perusahaan otomotif pun beberapa telah beralih untuk memproduksi mobil listrik.
"Iya volvo itu sudah mulai, Kita kejarlah semua, mungkin nanti bisa saja kita gandeng Toyota, yang jelas jangan mau lah kita jadi market orang saja," kata dia. (pit)