Susan Rose selaku Product Marketing Manager Instagram mengatakan pihaknya memakai cara manual dan sistem terkomputerisasi untuk menghalang konten negatif.
"Kami sangat peduli dengan kualitas konten di platform. Kami tidak ingin sampai ada spam dan konten kekerasan di sana," ujar Susan dalam paparan pencapaian Instagram di Jakarta, Rabu (26/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua pengguna baik yang organik atau yang berbayar dapat memberi umpan balik dengan menandai konten yang tak layak ke tim kami," ucap Susan.
Sementara di Indonesia, pengguna Instagram berlipat ganda menjadi 45 juta, naik lebih dari 100 persen dari 22 juta di awal tahun lalu. Dengan jumlah tersebut, Indonesia jadi negara dengan pengguna terbanyak di Asia Pasifik.
Fitur Story jadi salah satu pendongkrak kenaikan tersebut. Data internal Instagram menemukan pengguna di Indonesia menghasilkan Story dua kali lebih banyak dari jumlah rata-rata global.
Dengan modal tersebut, Instagram jadi pilihan baru bagi para perusahaan yang ingin beriklan di medium digital. Untuk menjaga potensi bisnis tetap cerah di masa depan, aktif membersihkan layanan dari konten negatif merupakan kewajiban.
YouTube adalah contoh platform yang kecolongan terhadap maraknya konten tak layak. Sebanyak 250 pengiklan hengkang dari YouTube pada Maret lalu lantaran iklan mereka terpampang di video bernada terorisme.