Deputi Klimatologi BMKG Mulyono Prabowo menegaskan kondisi tersebut masih akan terjadi hingga akhir September nanti.
Kondisi tersebut lantaran gerak semu matahari yang saat ini berada tepat di sekitar khatulistiwa sehingga radiasi matahari yang masuk cukup optimal. Mulyono menyebut, cuaca panas yang terjadi lantaran jarak matahari dan Bumi saat ini terdekat tepat di area Indonesia.
"Dalam beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal 23 September, suhu udara di Indonesia akan lebih tinggi ketimbang waktu lain di luar bulan September," jelasnya melalui sambungan telepon dengan CNNIndonesia.com, Selasa (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil monitoring BMKG, suhu udara dalam beberapa hari terakhir masih berada di batas normal suhu maksimal yakni berkisar antara 34 hingga 37,5 derajat Celcius.
Fenomena cuaca panas disebut Mulyono juga mendapat kontribusi dari angin di daratan Australia. Angin kering yang berhembus di sana berhembus ke sebagian area Indonesia hingga membuat suhu udara kering hingga cenderung lebih panas.
"Kalau bicara prediksi puncak cuaca panas rasanya sulit, karena hingga saat ini potensi pertumbuhan awan yang memayungi Indonesia masih sedikit sehingga suhu udara di permukaan menjadi lebih panas," ungkapnya. (evn)