SpaceX Hanya Butuh Waktu 30 Menit untuk Tempuh New York-Paris

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Jumat, 29/09/2017 16:42 WIB
SpaceX Hanya Butuh Waktu 30 Menit untuk Tempuh New York-Paris CEO SpaceX Elon Musk berencana mempersingkat waktu tempuh penerbangan dari satu kota ke kota lainnya menjadi maksimal 30 menit. (Foto: SpaceX)
Jakarta, CNN Indonesia -- Elon Musk kembali membocorkan sejumlah rencana besarnya terkait masa depan dunia roket dan penerbangan. Dalam sebuah konferensi, pendiri SpaceX ini menguak rencananya mempersingkat waktu penerbangan ke berbagai kota di Bumi dalam waktu kurang dari sejam.

Melansir dari TechCrunch, Musk mengungkap keinginan SpaceX menerbangkan manusia dar satu kota ke kota lainnya dalam waktu rata-rata 30 menit saja.

Dalam presentasinya, SpaceX memperlihatkan waktu yang diperlukan untuk terbang dari Hong Kong ke Singapura hanya 22 menit, Los Angeles ke New York 25 menit, dan bahkan New York ke Paris hanya 30 menit saja.


Metode penerbangan yang akan dipakai oleh SpaceX untuk mendukung rencana ini akan berbeda dari sebelumnya.
SpaceX berencana menerbangkan pesawat sampai di ketinggian di mana tak ada angin atau udara resistan. Tanpa ada angin atau udara bergerak, pesawat diperhitungkan akan meluncur lebih cepat sekaligus irit bahan bakar.

Pesawat yang akan dipakai SpaceX di rencana ini sebenarnya adalah roket BFR, roket yang rupanya menyerupai roket Falcon 9 dengan kapsul Dragon di pucuknya.

Dalam video ilustrasi yang diunggah SpaceX, roket ini mengangkut penumpang di atas kapal besar sebagai platform peluncuran. Setelah penumpang masuk ke dalam kapsul, roket akan mengangkasa dan akan melepaskan diri dari sistem peluncur. Sementara ketika mendarat, roket BFR ini diprogram turun seperti Falcon 9 dengan pantat roket tiba di tanah duluan.
Kecepatan wahana BFR milik SpaceX ini diperkirakan mencapai 27.000 km/jam, sehingga menempuh satu kota ke berbagai penjuru dunia tak akan lebih dari satu jam.

Saat ini roket BFR sendiri masih dalam tahap konstruksi. Roket ini akan jadi masa depan SpaceX karena akan dipakai untuk penerbangan antariksa juga, seperti misi menuju Bulan dan menjadikannya sebagai pangkalan misi antariksa dari Bumi yang selalu diidamkan oleh Musk.

"Ini sudah 2017, maksud saya kita seharusnya sudah punya stasiun di Bulan, apa yang sebenarnya terjadi," keluh Musk.

Dalam konferensi yang sama, Musk juga mengungkapkan bahwa SpaceX punya target pada 2022 nanti akan mendaratkan dua kargo di sana. (evn/evn)