Dari pengamatan CNNIndonesia.com hingga Senin (2/10) pukul 19.00, penumpang curhat bahwa tagihan mereka bisa naik tiga kali lipat dari tarif perjalanan. Pengalaman ini dirasakan penumpang bahkan sejak sebulan silam.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"senin lalu, waktu ke bandara dari rumah yang mestinya kena charge Rp98.500, melonjak menjadi Rp362.000! dan drivernya 'ngotot' maksa saya harus bayar sebanyak yang tertera. #ubertrouble," tambah @rairahmanindra.
[Gambas:Twitter]
Parahnya lagi, ada pula pengemudi Uber yang memaksa penumpang untuk membayar uang yang tertera di tagihan. Jika tidak, pengemudi mengancam tak akan menurunkan penumpang.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Parahnya lagi, penumpang yang terpengaruh kesalahan sistem ini masih 'dipaksa' menggunakan jasa dari aplikasi ride hailing ini. Pasalnya, Uber hanya akan mengembalikan uang kelebihan bayar dalam bentuk Uber Credit.
"Mereka mengakui ada kesalahan dari sistem.. tapi kelebihannya ngga bisa dikembalikan dalam bentuk cash, bisanya ditambahkan/top up credit Uber jadinya," katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan cepat.
Penumpang lain, @rairahmanindra juga harus pasrah kelebihan bayarnya masuk ke Uber Credit setelah melakukan protes keras ke customer service Uber. Kejadian tersebut diakuinya sudah terjadi lebih dari sekali.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
"saat itu, saya juga mendapat pengembalian karena overpaid, sebagai deposit atau Uber Credit. yang akan saya gunakan untuk next trip. #ubertrouble," lanjutnya.
Sementara itu, CNNIndonesia.com telah berusaha untuk menghubungi pihak Uber untuk meminta komentar mengenai hal ini. Hingga berita ini selesai ditulis, Uber belum memberikan tanggapan.