Jeff Bezos Siap Buka Wisata Luar Angkasa di Awal 2019

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Senin, 16/10/2017 09:07 WIB
Jeff Bezos Siap Buka Wisata Luar Angkasa di Awal 2019 Perusahaan milik miliarder Jeff Bezos mengaku siap membuka wisata antariksa di awal 2019. (Foto: REUTERS/Isaiah J. Downing)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendiri Blue Origin Jeff Bezos membocorkan rencana perusahaan untuk membuka wisata luar angkasa dalam waktu dekat.

Bezos memastikan atahun lalu, Presiden Rob Meyerson mengatakan akan meluncurkan roket berpenumpang untuk pertama kalinya pada 2018.

Kini, Bezos memastikan pihaknya belum berencana mengubah jadwal peluncuran perdana dari rencana sebelumnya. Ia hanya menambahkan, "kami akan menerbangkan manusia saat sudah siap, dan tidak dalam waktu dekat."
Blue Origin memastikan telah mengantongi dukungan dari Dewan Antariksa nasional untuk mengkoordinasikan rencana eksplorasi ruang angkasa dan mengupayakan keamanan nasional oleh sektor publik dan swasta.


Bob Smith, CEO Blue Origin membocorkan rencana membuka paket wisata ke luar angkasa pada awal 2019 nanti.

"Dalam waktu 18 bulan dari sekarang, kami akan mengirim manusia ke luar angkasa. Bukan untuk menjadi astronaut, tapi untuk menjadi warga yang tinggal sehari-hari di sana," imbuh Smith seperti dilansir CNN.

Jika rencana ini berjalan mulus, maka Blue Origin akan menjadi perusahaan pertama yang mengirim manusia sebagai wisatawan antariksa. Sementara pesiangnya, SpaceX hingga kini belum ada tanda-tanda mewujudkan rencana serupa.
Perusahaan besutan Elon Musk sempat sesumbar akan mengirim dua orang untuk bersiwata mengelilingi bulan pada akhir 2018. Namun tak lama berselang, SpaceX mengonfirmasi pihaknya masih harus melihat pertimbangan lain sehingga akan mengubah rencana itu.

Strategi memungut biaya dari wisata antariksa disebut sebagai salah satu strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.

Sejauh ini perusahaan memang belum menentukan besaran tarif untuk sekali perjalanan mengunjungi antariksa. Namun, hasil penjualan paket liburan diharapkan bisa membantu mendanai upaya perusahaan di masa depan, termasuk meluncurkan satelit ke luar angkasa. (evn)