Elon Musk Ungkap Visinya Kirim Manusia ke Mars pada 2024

Ramadhan Rizki Saputra, CNN Indonesia | Senin, 02/10/2017 07:04 WIB
Elon Musk Ungkap Visinya Kirim Manusia ke Mars pada 2024 Elon Musk, pendiri dan bos perusahaan antariksa SpaceX, mengungkap rencananya untuk mengirim dan menciptakan koloni manusia ke Mars pada tahun 2024. (Foto: Dok. SpaceX)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wacana manusia pergi tamasya ke planet Mars tak lama lagi akan menjadi kenyataan.

Elon Musk, pendiri dan bos perusahaan antariksa SpaceX, mengungkap rencananya untuk mengirim dan menciptakan koloni manusia ke Mars pada tahun 2024.

Rencana ambisius ini diungkap Musk saat berbicara dalam ajang International Astronautical Congress, yang mempertemukan sekitar 4.000 pakar antariksa dunia di Adelaide, Australia, Jumat (29/9).


Untuk mewujudkan ambisinya itu, Musk mengatakan bahwa SpaceX berencana membuat sebuah roket raksasa bernama BFR, singkatan dari "Big Fucking Rocket".


Roket itu rencananya akan rampung dan mengudara pada 2022. Diharapkan pada 2024, BFR dengan kru dan kargo sudah bisa terbang ke Mars.

Dilansir dari Dailydot, Musk mengklaim pihaknya telah menemukan cara untuk mendanai proyek ambisius itu. Caranya adalah dengan "mencopoti" semua produk SpaceX yang lain.

[Gambas:Instagram]

Maksudnya, dibandingkan mengoperasikan beberapa roket kecil untuk mengirim satelit-satelit ke orbit Bumi dan menjadi kendaraan logistik untuk mengirim kebutuhan para astronot di Stasiun Antariksa Internasional (ISS), SpaceX akan hanya menggunakan BFR untuk melakukan semua tugas itu.

"Jika kami bisa melakukan itu, maka semua sumber daya yang saat ini digunakan untuk Falcon9, Dragon, dan Heavy bisa diaplikasikan pada sistem ini," jelas Musk, menyebut semua roket yang kini dioperasikan oleh SpaceX.


Musk mengatakan saat ini SpaceX sudah mulai membangun sistem BFR dan konstruksi roket pertama akan dimulai tahun depan.

"Saya sangat yakin roket itu akan rampung dan siap diluncurkan dalam lima tahun," kata dia.

Pada 2024, Musk ingin empat roket raksasa SpaceX akan terbang ke Mars. Dua di antaranya akan diawaki oleh manusia. Pada tahap itu, jelas Musk, SpaceX sudah akan membangun pabrik di Mars untuk memproduksi bahan bakar sintesis yang akan digunakan dalam perjalanan pulang ke Bumi.

Dalam perjalanan ke Mars nanti, roket-roket raksasa SpaceX akan bisa memuat 100 penumpang dalam 40 kabin.

Lalu, apa alasannya Musk ingin sekali mengirim pesawat luar angkasa ke Mars? Ternyata bukan untuk aksi menyelamatkan spesies, atau mencari alien, ataupun mencatatkan namanya dalam sejarah, tapi sederhana karena 'mencari tahu planet berpenghuni lainnya'.

"Masa depan sangat menggairahkan, andaikan kita berbagi ruang dan spesies dari multi-planet, membayangkan ini membuat pagi lebih bersemangat," ujarnya. 


Tidak sampai di situ, Musk memberi harapan lain yang tak kalah menariknya. Roket-roket itu, kata dia, juga bisa digunakan untuk perjalanan di Bumi.

Ia mengklaim bahwa perjalanan dengan roket BFR, dengan jarak terjauh di bumi pun bisa ditempuh hanya dalam 30 menit. Sayang, ia belum mengungkapkan berapa harga tiket dari perjalanan sejenis itu.

"Jika kami bisa membuat teknologi dari bumi ke bulan dan Mars, maka mengapa tidak menggunakannya untuk perjalanan di Bumi?" ujar dia.