Pembesut GIF Porno di WhatsApp Beri Jawaban ke Kominfo

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 07/11/2017 19:36 WIB
Penyedia konten GIF, Tenor dan Giphy memberikan respons atas permintaan Kominfo untuk menarik konten porno yang tersedia melalui layanan WhatsApp. Perusahaan pembuat konten GIF yang tersedia di WhatsApp memberikan respons atas permintaan Kominfo. (dok. Pixabay/E1N7E)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenor, penyedia konten GIF di WhatsApp, akhirnya menjawab teguran Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dari jawabannya, Tenor berjanji memenuhi permintaan pemerintah soal konten porno di platform mereka.

"Pihak Tenor sudah menjawab notifikasi kami. Mereka juga sudah menyiapkan teknis pencarian konten, sehingga yang diinginkan Kominfo bisa dijalankan dan konten-konten yang dilarang pemerintah Indonesia tidak bisa lagi diakses di sini," kata Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Noor Iza di kantornya, Selasa (7/11).

Respons sebenarnya tak datang dari Tenor saja. Giphy, sesama penyedia konten GIF di WhatsApp, juga telah memberikan tanggapan serupa sesuai keinginan pemerintah.


Noor berkata saat ini tim internal Kominfo masih terus melakukan pengecekan atas perbaikan dari pihak Tenor dan Giphy.

Pemerintah baru saja membokir enam Domain Name System (DNS) milik Tenor mulai dari tenor.com, blog.tenor.com, ip.com, qr.tenor.com, dan media1.tenor.com. Sementara Giphy sudah kena blokir dari pemerintah Indonesia sebelumnya.

Tak hanya kedua penyedia konten tersebut, Kemenkominfo juga telah melayangkan peringatan kepada WhatsApp. Mereka berpendapat WhatsApp sebagai penyedia layanan wajib bertanggung jawab atas kemunculan konten porno di dalamnya.

"WhatsApp enggak boleh lepas tangan, karena (konten ini) ada diplatformnya. Diharapkan WhatsApp menegur dan menindaklanjuti," jelas Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan di konferensi pers di Kemenkominfo, Senin (6/11) kemarin.

Ia menjelaskan bahwa pertanggungjawaban WhatsApp diperlukan karena aplikasi tersebut terhubung dengan Tenor dan Giphy selaku pihak ketiga lewat API. Dengan demikian, konten pihak ketiga itu menjadi bagian tak terpisahkan dari aplikasi WhatsApp. (evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK