"Hasil ini lebih tinggi dari angka rata-rata yang tercatat untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang, yakni sebesar 46 persen," kata Muhammad Faisal, Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia dalam diskusi bertajuk “Business Transformation Through Technology”, di Jakarta, Rabu (23/11).
Adapun teknologi-teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk inovasi itu seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta machine learning.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 71 persen responden menganggap langkah inilah yang akan membuat bisnis mereka tetap kompetitif di kancah persaingan pasar yang kian sengit.
Gencarnya digitalisasi ini juga diharapkan bisa membawa imbas yang cukup signifikan dari sisi ekonomi di Indonesia.
“Indonesia diharapkan bisa meraup hingga US$150 miliar per tahun pada 2025," tambah Faisal.
“Kelima hal tersebut adalah infrastruktur/standarisasi, legal, ekonomi, pembangunan serta sosial dan budaya,” ujar dia.
Survei independen ini menjaring lebih dari 9.000 responden yang berasal dari kalangan pemimpin IT di organisasi-organisasi di seluruh dunia, mencakup 3.000 orang yang berasal dari perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik dan Jepang. (eks)