Kominfo: Blokir AirBnB Harus Melalui Kajian

Kustin Ayuwuragil , CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 19:07 WIB
Kominfo: Blokir AirBnB Harus Melalui Kajian Dirjen Aptika Semuel Pangerapan menilai permintaan blokir AirBnB harus melalui kajian lebih lanjut. (dok. Facebook/airbnb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangarepan menanggapi wacana permintaan blokir AirBnB — marketplace yang mempertemukan pemilik akomodasi ruangan dengan calon penyewa.

“AirBnB gak bisa ditolak menurut saya. Dia (AirBnB) menciptakan peluang baru untuk memberdayakan ruangan yang tidak dipakai sebagai sumber penghasilan,” jelas Semmy disela sambutannya di acara “Business Transformation Through Technology” di Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis (23/11). 

Lebih jauh, ia mencontohkan bisnis tersebut bisa dimanfaatkan oleh pensiunan yang hanya tinggal di rumah yang memiliki ruangan untuk bertemu orang baru hingga menyalurkan kemampuan memasak.

Menurutnya, bisnis yang eksis di era ini seharusnya menyambutnya dengan mengadaptasi diri karena telah mengubah aspek kehidupan dari konvensional menjadi berbasis aplikasi. Sebaliknya, ia justru mendorong hotel-hotel konvensional untuk bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

“Hotel-hotel ini kenapa tidak embrace (dengan teknologi digital)? Malah melobi [pada menteri Kominfo] untuk diblokir?”, imbuhnya.

Menyoal permintaan pemblokiran AirBnB, mantan ketua APJII ini mengaku masih menunggu arahan dari Menkominfo Rudiantara dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Ya nggak (diblokir), ditunggu dulu lah menteri ngobrol dengan menteri. Mau diblokir tunggu dulu,” ucapnya.

Menurutnya, anggapan mengenai keberadaan AirBnB yang merugikan bisnis hotel konvensional harus dikaji lebih lanjut. Meski ia tak memberikan penjelasan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kajian.

Output kajian diharapkan bisa membuat persoalan ini tidak berlarut-larut seperti persoalan regulasi taksi online dan reguler.

“Kan harus dilakukan kajian, katanya merugikan tapi kan ada yang diuntungkan juga. Masyarakat yang punya kamar nganggur bisa diberdayakan nanti kita lihat gimana menjaga kondusif industri itu,” lanjutnya. (evn/evn)