Vine Diisyaratkan 'Bangkit dari Kubur'

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Minggu, 10/12/2017 10:26 WIB
Vine Diisyaratkan 'Bangkit dari Kubur' Salah satu pendiri Vine mengindikasikan akan menghidupkan kembali aplikasi tersebut. (dok. Vine via Facebook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vine, platform media sosial yang memungkinkan penggunanya mengunggah video singkat berdurasi 6 detik milik Twitter, menunjukkan tanda-tanda dihidupkan kembali.

Hal itu diketahui dari cuitan salah satu pendirinya, Dom Hofmann melalui akuun Twitter pribadinya pada Rabu (8/12) lalu . Ia mengunggah gambar yang bertuliskan "V2" dengan jenis huruf dan warna latar belakang gambar khas logo Vine.




Pekan lalu pada Kamis (1/12) Dom menyatakan sedang mengerjakan proyek Vine. Ia merasa ia ingin membangun kembali aplikasi tersebut dan beberapa pihak juga menyemangatinya untuk melakukan hal itu.



Dom pun menjelaskan bahwa ia membiayai sendiri kelahiran kembali aplikasi tersebut, dan menganggapnya sebagai proyek lain yang tidak akan mengganggu pekerjaannya saat ini.

Cuitan Dom pada akhir November ini menuai berbagai reaksi dari netizen di Twitter seingga diganjar lebih dari 66 ribu retweet dalam waktu 3 jam saja. Kebanyakan menyambut antusias proyek ini dsehingga menjadikannya sebagai topik yang paling banyak dibahas di Twitter.

Sebelumnya pada 17 Januari lalu aplikasi media sosial asal Amerika ini ditutup oleh Twitter -- perusahaan yang mengakuisisinya pada 2012.

Mengutip The Verge, penutupan ini disebabkan ketidakmampuan Vine dalam bersaing dengan platform media sosial lain yang mengeluarkan fitur video singkat yang serupa, seperti Instagram.

Meski usianya terbilang pendek, Vine mampu mengukir prestasi fantastis. Setahun setelah dirilis, Vine masuk jajaran aplikasi gratis terbaik di iOS wilayah Amerika Serikat dan memiliki 200 juta pengguna aktif di tahun 2015.

Dalam surat yang dikirimkan kepada CEO Twitter Jack Dorsey bulan Oktober lalu, CEO PornHub Corey Price menyatakan ketertarikannya untuk membeli Vine. Ia menegaskan 6 detik dengan waktu lebih dari cukup bagi perusahaan penyedia hiburan dewasa berbasis video ini, seperti diberitakan CNet. (sat/evn)