Dari miliaran serangan itu, perusahaan keamanan siber, Eset, menyebut bahwa ransomware masih jadi momok bagi keamanan siber berbagai perusahaan di 2018.
"Malware akan tetap merajai di tahun 2018. Terutama, ransomware akan meningkat karena pembuatnya ngga pernah tertangkap," jelas Yudhi Kukuh, Country Manager Eset Indonesia, saat ditemui CNNIndonesia.com dalam acara Cyber Security Indonesia 2017, di Jakarta Convention Center, Rabu (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yudhi lantas memaparkan bahwa perlu solusi keamanan yang diperlukan untuk menghadapi tren serangan malware di 2018. Untuk menangkal serangan, Yudhi menyebutkan bahwa Eset menyediakan solusi keamanan empat lapis.
Deteksi serangan dilakuakn dengan teknologi GreyCortex-Mendle. Teknologi ini dapat mempelajari pola malware. Pola yang sudah dipelajari ini digunakan untuk mengenali jika terjadi serangan yang dilancarkan ke sistem.
Respon dari pendeteksian serangan ini adalah sistem mengeluarkan peringatan kepada admin perusahaan. Sehingga, mereka bisa segera melakukan tindakan.
Lihat juga:Apa Penyebab Ransomware Masuk Indonesia? |
"Kita punya solusi terintegrasi dalam arti solusi itu tidak hanya mencakup end-point. Kita punya solusi untuk melindungi jaringan dan menganalisis apa yang terjadi di jaringan," kata Yudhi.
Analisis ini penting karena bisa melihat ke apa yang salah di dalam sistem ketika serangan terjadi. Teknologi ini juga digunakan untuk memprediksi serangan yang akan terjadi nantinya.
Sementara bagi pengguna akhir (end user), teknologi ini juga membantu mengamankan data di hard disk laptop mereka jika perangkat dicuri atau hilang.
Solusi keamanan itu disediakan dalam solusi Eset Enterprise Security Solutions. (eks)