Jaga Pembelian Mobil, Gaikindo Minta Suku Bunga Tak Naik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 29/12/2017 13:09 WIB
Jaga Pembelian Mobil, Gaikindo Minta Suku Bunga Tak Naik Demi jaga daya beli otomotif, Gaikindo minta pemerintah jaga suku bunga agar daya beli yang kebanyakan disokong kredit tak turun (indonesiaautoshow.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) berharap pemerintah tetap menjaga suku bunga acuan. Harapannya,suku bunga acuan lebih rendah dan tidak bergerak naik. 

"Suku bunga perbank-kan jangan melonjak, ini BI 4,25 kalau bisa turun lebih bagus," terang Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiartosaat dihubungi via sambungan telepon, Jumat (29/12).

Sebab, hal ini berkaitan dengan mayoritas pembeli mobil di Indonesia yang memilih menggunakan sistem kredit.


Sehingga, faktor suku bunga acuan dianggapnya penting untuk menjaga performa penjualan kendaraan roda empat. Pada 2017, tercatat suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 4,25 persen.

Selain itu pemerintah juga diharapkan tetap konsisten dalam membangun infrastruktur. Menurutnya, langkah itu selain menarik minat masyarakat untuk membeli kendaraan, juga dapat meningkatkan permintaan pada kendaraan komersial, seperti truk.

Jongkie menambahkan, saat memasuki tahun politik pada 2018-2019, pemerintah sedianya dapat tetap menjaga kondisi politik dan keamanan agar situasi dapat tetap kondusif.

Ia tidak ingin situasi yang tidak diinginkan pada tahun politik malah berdampak negatif kepada industri, khususnya otomotif.

Penjualan datar

Gaikindo juga tidak akan menaikan target penjualan kendaraan roda empat pada 2018. Tahun depan target penjualan akan sama seperti 2017, yakni berjumlah 1.1 juta unit.

Menurut Jongkie, hal tersebut lantaran ramalan terhadap ekonomi tahun depan yang tidak begitu tumbuh ketimbang 2017. Saat ini pertumbuhan ekonomi hanya berkisar pada 5,1 persen.

"Pertumbuhan diperkirakan naik, tapi mungkin kecil 5,2 persen atau berapa saya juga belom tahu. Kalau pertumbuhan segitu, mungkin target kami masih sama dengan 2017, 1,1 juta unit," kata Jongkie. 

Namun, ia menerangkan, bahwa target itu sendiri belumlah final. Kata dia, pihaknya bersama dengan para anggota Gaikindo belum melakukan pertemuan untuk rencana tahun depan.

Selain itu, menurutnya melihat pertumbuhan ekonomi saat ini, target penjualan 2017 tidak akan sesuai dengan keinginan. Penghujung tahun 2017 diperkirakan penjualan akan ditutup diangka 1,06 juta unit. Dengan demikian, penjualannya sama dengan 2016.

"Ya sama seperti tahun kemarin, 1,06 juta unit. Faktornya (target meleset) ya pertumbuhan ekonomi utamanya yang hampir sama dengan tahun lalu," ucap dia.

Sejak awal tahun sampai November 2017, penjualan wholesales kendaraan di Indonesia mencapai 994.436 unit. Penjualan terbanyak di tempati Toyota 319.607 unit, Daihatsu 156.993 unit, Honda 155.993 unit, Mitsubishi 92.498 unit unit, dan Suzuki 90.645 unit.
(eks/evn)