Kominfo sempat mengajak awak media untuk mengunjungi pusat komando yang akan digunakan untuk mengoprasikan perburuan konten negatif yang beredar di situs-situs yang bisa diakses di Indonesia.
Sensor mesin
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecepatan pengumpulan datanya pun terbilang sangat cepat, cuma sekitar 5 menit sampai 10 menit saja.
Situs dan konten media sosial yang ditemukan ini lalu akan dilempar ke mesin pendamping. Tugas mesin pendamping ini adalah memilah mana situs dan konten yang relevan terhadap kata kunci.
Mesin tersebut juga akan mengurutkan hasil pencarian berdasarkan dampaknya. Semakin viral atau populer suatu situs dan konten media sosial, semakin tinggi ia dinilai berbahaya oleh mesin itu.
Sensor manusia
Setelah dampak dihitung, selanjutnya mesin akan menangkap layar (screen-capture) situs dan media sosial yang kena ciduk mesin. Hasil tangkapan layar itu akan dikirim ke tim verifikator yang sepenuhnya terdiri oleh manusia, dalam hal ini anggota tim Cyber Drone 9.
Tim verifikator akan jadi gerbang terakhir yang menentukan apakah situs atau media sosial terciduk tadi pantas untuk disensor oleh pemerintah.
"Biar keputusan akhirnya humanis dan bisa dipertanggungjawabkan," imbuh Teguh.
Telah diuji coba
Dalam sebuah demo yang Cyber Drone 9 sudah selesaikan, mesin pemburu itu berhasil menjaring 1,2 juta situs porno dan hampir 200 ribu domain. Jumlah situs yang berhasil dikonfirmasi sebagai situs porno adalah 959.547 buah, sisanya tak terbukti sebagai situs porno.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyebut angka itu masih terbilang tak banyak. Sebab pemburuan konten negatif dalam demo itu masih terbatas menggunakan kata kunci berbahasa Indonesia.
"Tapi kemampuan mesin ini akan lebih baik karena mesin pakai AI (kecerdasan buatan/artificial intelligence) sehingga hasilnya akan lebih akurat ketika makin sering bekerja," ujar Semuel.
Cara kerja mesin sensor Kominfo (CNN Indonesia/Timothy Loen) |
Cara kerja mesin sensor Kominfo (CNN Indonesia/Timothy Loen)