Bos Gojek 'Bahagia' Larangan Melintas Sepeda Motor Dicabut

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 10/01/2018 07:26 WIB
Bos Gojek 'Bahagia' Larangan Melintas Sepeda Motor Dicabut Nadiem Makariem mengatakan pihaknya turut gembira dengan pencabutan larangan sepeda motor untuk melintasi kawasan MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO sekaligus pendiri Gojek Nadiem Makariem mengatakan pihaknya turut gembira dengan pencabutan larangan sepeda motor untuk melintasi kawasan MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat.

Pencabutan rambu ini berdasarkan keputusan Mahkamah Agung atas Peraturan Gubernur nomor 195 tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor. Dengan pencabutan itu, sepeda motor akan bisa melintasi kawasan itu pada Rabu (10/1).

Nadiem sendiri mengetahui hal tersebut setelah mendengar pidato Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di acara Go Food Festival yang digelar di Pasaraya Blok M pada Selasa.



Nadiem mengatakan dirinya senang dengan pencabutan larangan tersebut. Dengan demikian, mitra pengemudi sepeda motor dari Go-Ride bisa memberikan layanan mereka dengan leluasa.

“Saya sih lebih bahagia dari driver kami sih. Kalau itu benar terjadi, saya akan sangat bahagia untuk mereka karena mereka memang sangat kesulitan sebenarnya,” kata dia, Selasa (9/1).

Sebelumnya, Sandi dalam pidatonya memberikan selamat pada Nadiem karena mitra pengemudi mereka akan mendapatkan kesempatan untuk melayani konsumen di sekitar Jalan MH Thamrin.

Dia mengungkap bahwa pemerintah DKI Jakarta bahagia dapat memberikan 400 ribu peluang bisnis kecil dan menengah pada masyarakat Jakarta.


“Saya dan Pak Anies melihat bahwa ada sekitar 400 ribu usaha kecil, usaha mikro, di seluruh Jakarta yang terdampak dengan kebijakan yang tidak menghadirkan rasa keberadilan di DKI,” ujarnya.

Berdampak pada UMKM

Berdasarkan pantauan dan analisa big data yang diperoleh Sandi, akses di jalan protokol itu berdampak pada UMKM di perkantoran dan area komersial. Dia akan segera menyampaikan data yang dapat memperkuat rencana penghapusan larangan tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ini mengembalikan rasa berkeadilan, tapi tentunya dengan penuh ketertiban dan semua kaidahnya kami pastikan untuk kelancaran selama Asian Games," ujar Sandi sebelumnya.


Kebijakan larangan sepeda motor yang melintas di kawasan Sudirman-Thamrin dikeluarkan pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kebijakan itu dinilai diskriminatif karena membatasi penggunaan jalan bagi kendaraan bermotor roda dua.

Awalnya, kebijakan ini dikeluarkan untuk mengurangi kecelakaan dan kemacetan di jalan protokol Jakarta. Namun menurut Anies, jalanan di ibu kota mestinya bisa dinikmati semua pengguna kendaraan. (asa)